Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Wanita Suka Menunda Mandi Wajib? Aduh!

0

Untuk seorang wanita yang sudah mengalami haid tentu perlu belajar bagaimana fiqh mengenai mandi wajib bahkan sebelum ia haid, terlebih lagi bagi wanita yang sudah menikah. 

Nah, tapi ada juga dari sebagian wanita yang suka menunda-nunda waktu mandi besar, karena alasan sedang malas dan sibuk. Lalu apa kata islam mengenai wanita yang menunda-nunda mandi besar?

Sebagaimana Al-Imam Al-Muhaddits Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi’i, menjawab, “Bila darah haid telah berhenti dalam waktu tiga hari, kurang ataupun lebih, wajib bagi si wanita untuk mandi dan mengerjakan shalat bila telah masuk waktunya, serta diperkenankan bagi suaminya untuk mendatanginya.

Hal ini berdasarkan firman Allah (yang artinya), “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah, ‘Haidh itu adalah suatu kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sampai mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri,” (QS. Al-Baqarah: 222-223).

BACA JUGA: Cara Mandi Junub Untuk Wanita

Tidak boleh si wanita menunda mandinya setelah darah haidnya berhenti (selesai masa haid). Bila dia tidak mendapatkan air untuk mandi suci atau tidak mampu menggunakan air, diperkenankan baginya bertayamum sampai dia mendapatkan air atau mampu menggunakan air, serta wajib baginya mengerjakan shalat dengan tayammum tersebut serta diperkenankan bagi suaminya untuk mendatanginya. []

 

Sumber: Menuai Pahala Di kala Haid/ Dede Rakhmawati/ Jendela Dunia

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline