Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ketika Pilihan Pasangan Hidup Tak Direstui Orangtua

0

Umur,  jodoh dan rezeki merupakan rahasia Allah. Namun,  ada usaha-usaha manusia yang berperan dalam mewujudkannya.  Hatta,  bagaimanakah ketika pilihan pasangan pendamping hidup tak mendapat restu orangtua?

Menikah adalah bagian dari ibadah,  bagian dari menggenapkan separuh agama. Restu atau ridha orangtua pada pernikahan adalah salah hal yang mengundang berkah dari Allah,  karena seorang anak diperintahkan berbakti terhadap orangtua.  Bahkan berbakti pada orangtua harus diutamakan melebihi jihad.

BACA JUGA: Sedih Karena Telat Menikah

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata.

سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا، قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ، قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ

“Aku pernah tanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’ Beliau menjawab, ‘Shalat pada waktunya.’ ‘Lalu apa lagi?’ Tanyaku. Beliau menjawab, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Lebih lanjut, kutanyakan, ‘Lalu apa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Allah.’” [Muttafaq ‘alaih]

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Ada seseorang mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berucap, ‘Aku berbai’at kepadamu untuk berhijrah dan membiarkan kedua orang tuaku menangis.’ Maka beliau bersabda.

اِرْجِعْ عَلَيْهِمَا فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا.

“Kembalilah kepada keduanya, lalu buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis” [HR. Abu Dawud dengan sanad yang hasan]

Jika dalam jihad saja Rasulullah menyuruh untuk mendahulukan berbakti kepada kedua orangtua,  maka menikah yang juga merupakan ibadah tentu sebaiknya kita dapat menunggu restu orangtua. Ada memang hal-hal yang mungkin tidak sesuai syariat dari permintaan orangtua akan calon pasangan anaknya,  seperti yang umum terjadi adalah karena pekerjaan,  asal suku/daerah,  dan lainnya. Jika hal ini yang terjadi, sungguh Allah MahaBerkehendak.

Dalam Islam cara menjemput jodoh tidak dilakukan dengan jalan maksiat seperti pacaran.  Namun,  seaeorang pun tidak dilarang untuk meminang atau mengkhitbah orang yang memang telah dikenalnya entah dari teman,  pekerjaan, atau lainnya.  Dan jika kemudian ketika calon yang kita dambakan ternyata tidak mendapat restu orangtua,  maka kembalikanlah pada Allah yang Maha Membolak-balikan hati.

Doa bukanlah senjata terakhir bagi kaum muslim, justru doa adalah kekuatan yang harus dilakukan sejak awal dan terus menerus. Jika memang orang yang didamba adalah jodoh yang telah Allah tentukan,  tak ada seorang pun yang dapat menghalangi. Inilah mengapa jodoh adalah rahasia Allah,  jikapun orang yang kita pilih dan sangat kita inginkan menjadi pasangan jika ia bukanlah jodoh yang digariskan,  tak kan bersatu kita dalam ikatan pernikahan.

Tak sedikit kita mendengar cerita,  orang yang menikah tanpa restu orangtua dan dapat hidup bahagia, namun menjadi terputus hubungan silaturahim dengan orangtuanya.  Ini bukanlah suatu kebahagian hakiki,  karena memutus hubungan silaturahim termasuk dosa dalam Islam.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرَّحِمَ شِجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ ، فَقَالَ اللَّهُ مَنْ وَصَلَكِ وَصَلْتُهُ ، وَمَنْ قَطَعَكِ قَطَعْتُهُ

Sesungguhnya (kata) rahmi diambil dari (nama Allâh) ar-Rahman. Allâh berkata, “Barangsiapa menyambungmu (rahmi/kerabat), Aku akan menyambungnya; dan barangsiapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya”. [HR. al-Bukhâri dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu]

Loading...

Karena itu,  Islam menganjurkan ketika dalam memilih pasangan,  pilihlah yang agamanya paling baik,  bukan karena kecantikan/ketampanan,  juga bukan karena harta.  Ketika pasangan yang kita pilih karena agamanya yang baik,  ia tentu tidak akan membuat kita bermaksiat pada Allah dan menjadi durhaka pada orangtua.

BACA JUGA: Tentang Taat dan Pasangan shalih

Terkadang pasangan atau calon yang kita pilih karena rasa,  karena cinta yang kemudian membutakan dan setan yang memerdaya sehingga hati kita menjadi sulit menerima takdir tatkala jodoh bukan dengan tambatan pilihan hati. Berlindunglah pada Allah dari bisikan setan,  dan bersabarlah agar pada waktunya,  hati orangtua yang luluh atau hati Anda. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas