Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bagaimana Wanita Shalat dzuhur di Hari Jumat?

0

Sagabat Muslimah, di hari Jumat, laki-laki shalat berjamaah di masjid. Bagaimana dengan wanita? Wanita adalah di antara golongan yang mendapat keringanan tidak dibebani kewajiban shalat Jum’at. Jika wanita tidak shalat Jum’at, ia berarti menggantinya dengan shalat dzhuhur. Lalu berapa raka’at yang mesti ia lakukan?

BACA JUGA: Aurat Wanita dan Perhiasan

Jumlah raka’at shalat Zhuhur adalah empat raka’at baik bagi laki-laki maupun perempuan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Baik dikerjakan di masjid atau di rumah, shalat Zhuhur tetap sama empat raka’at. Kecuali bagi musafir baik laki-laki maupun perempuan, boleh baginya mengqoshor shalat yaitu meringkas shalat empat raka’at menjadi dua raka’at.

Akan tetapi, jika si penanya memaksudkan shalat Zhuhur bagi wanita di hari Jum’at di rumahnya, maka ia shalat empat raka’at sama halnya dengan mengerjakan shalat Zhuhur di hari lainnya. Sedangkan, jika pergi ke masjid untuk shalat Jum’at, wanita tersebut mengerjakannya dua raka’at dan ia tidak perlu lagi mengerjakan shalat Zhuhur, walaupun shalat Jum’at tersebut tidak wajib untuknya. Inilah hal yang tidak diperselisihkan lagi oleh para ulama.

Lalu kapan wanita mulai melaksanakan shalat Zhuhur di hari Jum’at? Apakah mesti menunggu hingga jama’ah pria selesai merampungkan shalat Jum’at?

Al Lajnah Ad Daimah, komisi Fatwa di Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya, “Apa hukum menunaikan shalat jumat bagi wanita? Apakah ia melaksanakannya sebelum atau sesudah shalat para pria atau ia shalat bersama mereka (kaum pria)?”

Jawaban yang disampaikan oleh para ulama komisi fatwa Al Lajnah Ad Daimah,

“Wanita tidak wajib melaksanakan shalat Jum’at. Namun jika wanita melaksanakan shalat Jumat bersama imam shalat Jumat, shalatnya tetap dinilai sah. Jika ia shalat di rumahnya, maka ia kerjakan shalat Zhuhur empat rakaat. Ia boleh mulai mengerjakan shalat Zhuhur tadi setelah masuk waktu Zhuhur, yaitu setelah matahari tergelincir ke barat (waktu zawal). Dan sekali lagi dia tidak boleh laksanakan shalat jumat (di rumah) sebagaimana maksud keterangan sebelumnya.

Wa billahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Fatwa di atas ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua, Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan selaku anggota dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud selaku anggota. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 8/212, no. 4147, pertanyaan kedua). []

SUMBER:ISLAMWEB

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline