Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Muslimah, Jilbab Bukan Budaya Arab

0

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Sahabat Muslimah, salah satu kewajiban bagi seorang Muslimah adalah berjilbab sesuai syariat. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala telah memerintahkan pemakaian jilbab bagi seluruh Muslimah dari seluruh belahan dunia. Jilbab bukanlah budaya Arab, jilbab merupakan syariat Islam yang jelas tuntutannya dalam al-Qur’an bagi perempuan Mukmin, bukan dikhususkan bagi perempuan Arab.

BACA JUGA: Hijab, Jilbab, Khimar, Kerudung, Apa Bedanya?

Secara bahasa, jilbab berasal dari akar kata jalaba (jamaknya jalaabib), yang berarti menghimpun dan membawa. Jilbab adalah pakaian luar yang menutupi segenap anggota badan dari kepala hingga kaki perempuan dewasa.

Jika jilbab merupakan budaya bangsa Arab, tentu ayat dalam surat al-Ahzab ayat 59 tiada berguna. Ayat tentang kewajiban berjilbab ini turun di Madinah. Hikmah mengenakan jilbab adalah supaya lebih mudah dikenal sehingga tidak diganggu. Bagian akhir ayat bahwa ‘Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’ dimaksudkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap apa yang telah berlalu di masa jahiliyah di mana mereka belum mengetahui dan memahami tentang kewajiban jilbab.

Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, jika orang-orang fasik melihat seorang perempuan yang mengenakan jilbab, maka mereka mengatakan bahwa ini perempuan merdeka sehingga mereka tidak berani mengganggunya.

Sebaliknya, jika mereka melihat perempuan tidak mengenakan jilbab, orang-orang fasik mengatakan bahwa ini budak perempuan, sehingga mereka menggodanya. Orang-orang fasik tak berani mengganggu Muslimah, karena pelecehan terhadap Muslimah akan menerima hukuman besar.

Karena itu, bagi kaum wanita jika ingin terhormat dan dihargai orang lain tak ada cara lain selain berjilbab. Tentunya jilbab yang sesuai dengan syariat, bukan jilbab a la hijab yang hanya ikut-ikutan mode semata. []

SUMBER: AYOBERJILBAB



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas