Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Muslimah, Jika Dirimu Jatuh Cinta pada Laki-laki (2)

0

Pernah juga ada kejadian, seorang lelaki yang mencintai seorang wanita dan wanita tersebut mencintai lelaki itu. Lalu keduanya ingin menikah, namun dihalang-halangi oleh kakak wanita tersebut.

Ternyata Allah melarang sikap sang kakak dan memerintahkan agar menikahkan mereka berdua. Kisah ini juga menunjukkan bahwa jatuh cinta antara dua anak manusia solusinya tetap dikembalikan pada pernikahan selama masih memungkinkan. Bahkan Allah mencela sikap menghalang-halangi pernikahan jika kedua belah pihak telah saling ridha.

BACA JUGA: Muslimah Hijrah

At-Tirmidzi meriwatkan kisahnya:

سنن الترمذى – مكنز (11/ 217، بترقيم الشاملة آليا)
عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّهُ زَوَّجَ أُخْتَهُ رَجُلاً مِنَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَكَانَتْ عِنْدَهُ مَا كَانَتْ ثُمَّ طَلَّقَهَا تَطْلِيقَةً لَمْ يُرَاجِعْهَا حَتَّى انْقَضَتِ الْعِدَّةُ فَهَوِيَهَا وَهَوِيَتْهُ ثُمَّ خَطَبَهَا مَعَ الْخُطَّابِ فَقَالَ لَهُ يَا لُكَعُ أَكْرَمْتُكَ بِهَا وَزَوَّجْتُكَهَا فَطَلَّقْتَهَا وَاللَّهِ لاَ تَرْجِعُ إِلَيْكَ أَبَدًا آخِرُ مَا عَلَيْكَ قَالَ فَعَلِمَ اللَّهُ حَاجَتَهُ إِلَيْهَا وَحَاجَتَهَا إِلَى بَعْلِهَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ ( وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ) إِلَى قَوْلِهِ (وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ) فَلَمَّا سَمِعَهَا مَعْقِلٌ قَالَ سَمْعًا لِرَبِّى وَطَاعَةً ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ أُزَوِّجُكَ وَأُكْرِمُكَ.

Dari Ma’qil bin Yasar bahwa pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia menikahkan saudarinya dengan seorang lelaki dari kaum muslimin, lalu saudarinya tinggal bersama suaminya beberapa waktu, setelah itu dia menceraikannya begitu saja, ketika masa Iddahnya usai, ternyata suaminya cinta kembali kepada wanita itu begitu sebaliknya, wanita itu juga mencintainya, kemudian dia meminangnya kembali bersama orang-orang yang meminang, maka Ma’qil berkata kepadanya, “Hai tolol, aku telah memuliakanmu dengannya dan aku telah menikahkannya denganmu, lalu kamu menceraikannya, demi Allah dia tidak akan kembali lagi kepadamu untuk selamanya, inilah akhir kesempatanmu.” Perawi berkata, “Kemudian Allah mengetahui kebutuhan suami kepada istrinya dan kebutuhan isteri kepada suaminya hingga Allah Tabaraka wa Ta’ala menurunkan ayat, ‘Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya,’ (QS. Al-Baqarah: 231) ‘Sedang kamu tidak Mengetahui.’ Ketika Ma’qil mendengar ayat ini, dia berkata, “Aku mendengar dan patuh kepada Rabbku, lalu dia memanggilnya (mantan suami saudarinya yang ditolaknya tadi) dan berkata, “Aku nikahkan kamu dan aku muliakan kamu,” (At-Tirmidzi).

Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sendiri bahkan mengajarkan kepada kita bahwa menikah adalah obat yang paling mujarab bagi dua orang yang saling mencintai. Ibnu Majah meriwayatkan:

سنن ابن ماجه (5/ 440)
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami belum pernah melihat (obat yang mujarab bagi ) dua orang yang saling mencintai sebagaimana sebuah pernikahan,” (HR. Ibnu Majah).

BERSAMBUNG



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas