Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jadi Pendamping Suami atau Pembantu Suami?

0

Mungkin hanya isteri yang tahu bagaimana melelahkannya pekerjaan seorang ibu rumah tangga. Dari mulai terbit fajar hingga tenggelam matahari bahkan lebih, pekerjaan rumah tak ada ujungnya. Banyak yang bilang seorang ibu rumah tangga itu hanya diam saja alias pengangguran, coba deh bayangkan kalau pekerjaan itu digantikan oleh pembantu, kira-kira berapa juta gaji yang harus dikeluarkan?

Sayangnya, tidak banyak suami yang mau dan bisa membantu pekerjaan rumah. Kebanyakan karena pola asuh para orangtua yang tidak membiasakan anak laki-laki untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Hingga akhirnya ketika mereka dewasa, mereka sangat bergantung pada orang lain bahkan untuk hal-hal kecil, misalnya untuk mencuci piring.

Namun, tidak ada kata terlambat bagi para suami untuk belajar mengerjakan pekerjaan rumah. Apalagi jaman sudah berubah menjadi jaman serba teknologi. Bantuan suami bukan sekedar menyelesaikan pekerjaan rumah lalu membuat rumah jadi nyaman dan kinclong. Sikap suami yang sering membantu istri, memberikan teladan kepada anak untuk mengerti soal peran ayah dan ibu juga soal kerja sama dalam rumah tangga. Jadi tidak akan ada lagi kalimat, “Aku tidak mengerjakan pekerjaan rumah karena ayahku tidak mengerjakannya juga.

BACA JUGA: Cinta Jarak Jauh Antara Suami Istri, Begini Tips nya

Ajarkan kepada anak-anak kita bahwa saling bekerja sama dalam rumah tangga itu diajarkan oleh Rasulullah SAW. Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. “Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istrinya?” Ia menjawab, “Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya.” (HR. Bukhari).

Saling tolong menolong pun telah Allah tegaskan dalam firman-Nya:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki/perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya.. ” (QS. At-Taubah : 71).

Suami dan isteri seharusnya menjadi penolong satu dengan yang lainnya. Jika ada beban berlebih bicarakan dan carilah solusi. Tidak baik jika suami mengabaikan keluhan istri ketika lelah seharian mengerjakan pekerjaan rumah. Jika memang tidak bisa membantu, carikanlah khadimah atau solusi lain. Jangan biarkan istri menanggung pekerjaan yang bahkan bukan kewajibannya. Istri itu harta perhiasan suami. Apa jadinya jika kilaunya memudar karena terlalu lelah jiwa dan raganya. []

SUMBER: CHANNEL MUSLIM

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline