Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Pilih Dia atau Mantan?

0

Tanya:

Assalammualaykum Wr. Wb

Saya M dari Tangerang saya mau bertanya saya dulu mempunyai pacar dan kami pacaran 3th sebelum memutuskan hijrah saya memutuskan pacar saya tsb. Ketika mulai hijrah dateng pria yang mau menikahi saya dengan ta’aruf saya merasa benar-benar tidak nyaman dengannya dengan sikap dia yang terlalu overprotektif di samping itu mantan saya masih mengharapkan saya dan saya pun masih mencintai dia tapi saya tegaskan dalam diri saya dan bicara ke dia saya tidak mau pacaran dan dia pun terima itu sampai saat nanti dia siap dia akan melamar saya.

Bagaimana cara meyakini saya bahwa saya akan bahagia bersama mantan saya nanti dan bagaimana sikap penolakan saya terhdap pria yang mau khitbah saya? Mohon jawabannya.

wassalammualaykum Wr. Wb.

BACA JUGA: Siap Nikah Muda?

Jawab:

Wa’alaikumussalaam warahmatullah, mba M

Pertama-tama perlu kita tanya pada diri sendiri. Apakah penolakan mbak terhadap ikhwan yang datang melamar ini adalah penolakan karena Allh, ataukah karena Mbak masih menaruh harapan pada mantan pacar mbak, sehingga tidak terlalu open pada ikhwan ini?

Saran saya coba jernihkan hati dan pikiran mengenai persoalan ini. Untuk ikhwan yang datang melamar, sebaiknya Anda shalat istikharah untuk meminta petunjuk kepada Allah. Pertimbangkan baik-baik agamanya, akhlaqnya, keluarganya dll, dan buatlah keputusan yang matang, bukan didasari emosi suka/tidak suka semata. Jika memang Anda belum yakin, maka tolaklah baik-baik; bisa menyampaikannya secara langsung (lisan/tulisan) atau melalui perantara. Jika pun masih ada kecenderungan dengan mantan pacar Mbak, tidak mengapa. tapi pastikan bahwa keputusan mbak menolak/menerima seseorang didasari niat yang lurus karena Allah/melibatkan Allah.

Dan untuk mantan Mbak, jika memang tidak mau pacaran maka berusahalah untuk menjaga diri masing-masing. Kalau memang jodoh insyaa Allah nanti juga akan bersatu. Yang paling penting sekarang adalah, apakah Mbak juga sudah melibatkan Allah dan beristikharah pula untuk mantan Mbak ini? Jika memang mbak sudah mengenal pribadinya, akhlaqnya, keluarganya dan hal-hal yang ada pada diri beliau, dan Mbak sudah yakin sosoknya dapat menjadi imam dunia-akhirat, maka tegaskan padanya agar segera melamar pada orangtua Mbak.

Jika dia belum siap maka Mbak boleh saja membuka diri untuk yang lain. Karena toh kita juga tidak tahu apakah benar-benar dia yang akan menjadi suami mbak kelak atau bukan.
Semoga Allah bimbing selalu ya.. []

SUMBER: HAWA



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas