Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Mengitung Masa Subur

0

Bagi wanita mengetahui masa subur ini tentu adalah hal yang cukup penting, terlebih bagi mereka yang ingin segera memiliki anak (hamil ) atau ingin menunda kehamilannya.

Masa subur wanita adalah masa dimana jika saat itu dilakukan hubungan suami istri berpotensi besar menyebabkan kehamilan. Masa subur wanita berkisar di sekitar waktu ovulasi, kira-kira dalam lima hari sebelum ovulasi terjadi. Umumnya masa subur wanita adalah 12 – 16 hari sebelum masa haid berikutnya. Dalam kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama haid sebelumnya.

Ada beberapa cara untuk menghitung dan mengetahui kapan masa subur wanita, beberapa cara tersebut adalah :

1. Menghitung Sendiri Secara Manual

Dalam menghitung masa subur Prof Paula Hillard, MD, ahli Obgin dan Ginekolog di Stanford University School of Medicine, Palo Alto, California, AS, menganjurkan agar lebih dulu mengetahui siklus haid. Pasalnya, nantinya hal ini akan memudahkan Anda untuk menghitung masa subur.

Masa subur wanita setelah mengalami menstruasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu puncak masa subur dan masa subur biasa. Puncak masa subur sendiri biasanya terjadi 13 hari setelah seorang wanita mengalami menstruasi. Sementara itu, masa subur biasa terjadi sebelum atau setelah puncak masa subur terjadi. Sebagai contoh, jika Anda mengalami menstruasi pada tanggal 7, maka puncak masa subur terjadi pada tanggal 20 dan masa suburnya sendiri terjadi mulai dari tanggal 17 hingga 23.

BACA JUGA: Menstruasi Tidak Teratur? Ini Penyebabnya

Namun, Anda hanya dapat melakukan perhitungan tersebut, jika Anda mengalami siklus haid yang teratur. Jika tidak, maka perhitungannya berbeda dan agak sedikit rumit dari sebelumnya. Hal itu dikarenakan, Anda perlu mengingat siklus haid Anda setidaknya selama 6 bulan terakhir, agar Anda lebih mudah mengenal polanya.

Setelah mengenal siklus haid Anda, tentukan kapan siklus terpanjang dan terpendek Anda. Jika siklus terpanjang Anda adalah 36 hari, maka kurangi dengan 11 sehingga hasilnya adalah 25. Angka 25 tersebut merupakan hari subur terakhir. Sedangkan siklus terpendek Anda, misalkan adalah 27, maka kurangilah 18 sehingga hasilnya adalah 9, yang merupakan hari pertama masa subur Anda. Dengan begitu,maka diketahuilah masa subur Anda yang terjadi pada hari ke 8 sampai hari ke 25 setelah menstruasi.

2. Metode Manual tanpa Penghitungan Matematis

Jika menurut Anda terlalu sulit menghitung masa subur secara matematis, maka Anda dapat menggunakan metode ini, yaitu dengan memeriksa sendiri lendir pada leher rahim dengan jari-jari Anda. Caranya cukup mudah, Anda cukup mengambil lendir dari leher rahim Anda. Rekatkan jari telunjuk dan ibu jari, lalu renggangkan lendir hingga 2-3 cm. Jika terputus maka Anda sedang tidak dalam masa subur. Sebaliknya, jika lendir tidak terputus, maka Anda sedang mengalami masa subur. Meskipun metode ini mudah untuk dilakukan, namuan tingkat keakuratannya terbilang cukup rendah karena hanya sekitar 60-70 % saja.

BACA JUGA: Kurangi Nyeri Saat Haid

3. Metode dengan Bantuan Alat Tes Masa Subur

Selain menghitung secara manual dan matematis seperti di atas, Anda juga dapat menggunakan alat tes masa subur yang dapat Anda temukan di apotek-apotek terdekat. Cara kerja alat ini mirip dengan testpack karena menggunakan media air seni wanita. Tingkat keakuratannya pun cukup tinggi karena mencapai 90-95 %. Selain itu, yang menjadi kelebihan metode ini adalah penggunaannya yang juga terbilang cukup mudah, karena Anda hanya perlu mencelupkan detector alat pada gelas yang berisi air seni, kemudian tunggu hasilnya selama tiga hingga empat menit. []

SUMBER: HAWA



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas