Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Soal Ramalan Jodoh

0

“Kelihatannya kamu jodohnya susah.. mungkin sekitar 3-5 tahun lagi baru dapet”

“Jangan sama dia deh.. Lahirnya bulan Agustus kan? Gak cocok sama kamu yang lahir bulan Mei”.

“Sebaiknya kamu cari orang seberang, kalau sama orang sini kamu tidak akan langgeng.”

Dan bla-bla-bla lainnya…

***

Mungkin kalimat di atas tidak asing terdengar di telinga kita. Urusan jodoh seringkali diramal oleh orang yang katanya paham, bisa melihat masa depan, mampu menerawang kecocokan berdasarkan tanggal lahir, dan sebagainya. Bagi kita yang tengah mengikhtiarkan jodoh mungkin saja hal ini membuat terganggu. Dan dalam pikiran kita bisa jadi muncul pertanyaan ataupun keragu-raguan, “Ah masa sih? Benar tidak ya?” yang pada akhirnya membuat hati kita was-was.

Saat menghadapi hal seperti ini, sudah selayaknya sebagai muslimah, kita kembali kepada ajaran Islam yang menjadi panduan. Seperti apa dan bagaimana seharusnya?

BACA JUGA: Bolehkah Percaya Ramalan Zodiak?

1. Tak Perlu Percaya
Dalam Islam, hukum ramalan jodoh adalah haram. Maka sudah selayaknya kita menjauhkan diri dari yang haram, apalagi dalam perkara yang berkaitan dengan aqidah seperti ini. Jika kita mengganggap diri ini sial/tertimpa keburukan karena sesuatu (Thiyarah), maka hukumnya adalah syirik. Sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam haditsnya, “Thiyarah itu syirik…, Thiyarah itu syirik…, (diulang 3 kali)” (HR. Ahmad 3759, Abu Daud 3912, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Contoh Thiyarah misalnya kita diramalkan tidak akan langgeng berumah tangga jika menikah di tanggal sekian. Atau kita akan tertimpa hal buruk jika menikah dengan orang dengan kriteria tertentu. Kita tidak boleh mempercayai hal ini karena mencemari aqidah kita yang wajib meyakini bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendak Allah, bukan karena sesuatu.

2. Berlindung kepada Allah
Bila muncul rasa was-was dalam diri, kita perlu banyak-banyak memohon perlindungan kepada Allah, karena ia datang dari syetan. Banyaklah membaca taawudz dan doa berlindung dari godaan syetan, supaya berkurang dan hilang perasaan was-was di hati kita. Misalnya seperti yang tercantum dalam Al Qur’an surat Al Mu’minun : 97

“وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ

“dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan”

3. Percaya tentang Jodoh Hanya kepada Allah
Jodoh adalah perkara yang ghaib, hanya Allah satu-satunya yang mengetahui dengan siapa kita akan berjodoh (jadi menikah). Allah telah berfirman dalam QS An Naml :65 yang artinya: Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

So, tak perlu percaya dengan segala jenis ramalan jodoh karena Allah telah menegaskan, hanya Dia yang tahu tentang hal ghaib (termasuk di dalamnya soal jodoh ini).

BACA JUGA: Ketika Jodoh Tak Sesuai

4. Abaikan Saja dan Perkuat Keimanan
Mengabaikan apa kata ramalan jodoh berarti kita tidak ambil pusing dan memikirkannya. Daripada terbawa dan tersugesti oleh ramalan itu, lebih baik kita sibukkan diri melakukan apa yang memang bermanfaat bagi urusan jodoh kita kelak. Sebut saja misalnya memperbagus kualitas agama, rajin menambah ilmu tentang membangun keluarga sakinah, ilmu tentang memahami pasangan dan rumah tangga, mendidik anak, dan sebagainya. Kita juga perlu memperkuat iman dengan banyak membaca dan mengkaji ayat-ayat-Nya, memperdalam ilmu tauhid dan sebagainya.

Menyikapi ramalan jodoh memang perlu hati-hati, karena sekali lagi, ini berkaitan dengan aqidah. Sebaiknya kita tak usah mengambil resiko dengan iseng-iseng membacanya di media, atau meminta diramal walau hanya bercanda atau main-main. Pun jika ia hadir tanpa kita menginginkannya, semoga ke-4 langkah di atas sudah cukup jelas untuk kita terapkan. []

SUMBER: HAWA

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy

Maaf Ukhti Antum Offline