Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Para Suami, Pergauli Istri dengan Makruf!

0

Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya), “Ketahuilah, sesungguhnya kalian memiliki hak yang wajib ditunaikan oleh istri-istri kalian, dan istri-istri kalian memiliki hak yang wajib kalian tunaikan.” (Shahih Ibnu Majah no. 1501)

Dari hadits di atas, tentu kita tahu bawa seorang istri memiliki hak yang wajib ditunaikan oleh suami, jika tidak ditunaikan, maka suami berdosa.

Muslim yang taat akan senantiasa berusaha menunaikan hak istrinya tanpa melihat apakah haknya sendiri terpenuhi atau tidak, di antaranya hak istri adalah:

Nafkah tersebut meliputi antara lain pakaian, makanan, minuman, dan tempat tinggal. Semua nafkah ini harus halal, tidak mengandung dosa dan kesamaran.

BACA JUGA: Pentingnya Bersenda Gurau Sebelum Berhubungan

Allah Ta’ala berfirman (artinya),

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) rezeki yang Dia berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” (ath-Thalaq: 7)

Selain nafkah, istri juga berhak dipergauli dengan cara yang makruf.

Allah Ta’ala berfirman,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ

“Dan pergaulilah mereka dengan cara yang makruf.” (an-Nisa’: 19)

Di bawah ini akan dijelaskan bentuk-bentuk pergaulan yang makruf tersebut. Bentuk pergaulan yang makruf antara lain :

BACA JUGA: 5 Penyebab Istri Enggan Berhubungan

1. Memuliakan istri, membuatnya ridho, mencintainya, dan memanggilnya dengan panggilan yang paling dia sukai.

2. Memuliakan keluarga istri dengan memuji-muji mereka di hadapan sang istri, saling mengunjungi, dan mengundang mereka dalam acara-acara penting.

3. Berlemah lembut kepadanya saat dia marah dan sabar menghadapinya saat dia sedang benci. Suami harus ingat bahwa wanita adalah makhluk yang lebih sering mengedepankan perasaan daripada mengedepankan akal sehat.

4. Mendengarkan ucapan istri, mengajaknya bermusyawarah, dan menghormati idenya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam mengambil pendapat Ummu Salamah saat para sahabat enggan melaksanakan perintah beliau pada Perjanjian Hudaibiyah, dan ternyata ide istri beliau ` ini amat tepat.

5. Mengajak istri bercanda dan memberikan kesempatan kepadanya untuk bermain-main dan bercanda selama dalam batasan agama.

6. Memberi istri hadiah pada momen-momen tertentu untuk menyenangkannya.

7. Tidak menyakiti hati istri, baik dengan celaan, umpatan, maupun ucapan remeh.

8. Tidak memukul istri, kecuali kalau istri membangkang atau menyombongkan diri, itu pun dengan pukulan yang telah Islam arahkan (tidak memukul keras, tidak memukul wajah).

9. Tidak mencegah istri untuk mengunjungi karib kerabatnya apabila tidak dikhawatirkan timbulnya fitnah.

10. Tidak membebani istri dengan pekerjaan-pekerjaan di luar kemampuannya.

Ringkasnya, semua hal yang dinilai baik oleh agama, atau dinilai baik oleh adat dan tidak bertentangan dengan agama, adalah termasuk pergaulan yang makruf kepada istri, yang diperintahkan oleh Allah. []

 

SUMBER: QANITAH

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline