Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Menyambut Buah Hati

0

Dengan menyebut nama Allah, “Ya Allah, hindarkanlah kami dari gangguan setan dan hindarkan pula anak yang akan Engkau anugerahkan kepada kami dari gangguan setan.”

Demikian doa sepasang suami istri yang memulai serangkaian proses panjang dalam menyambut datangnya sang buah hati. Doa ini bermakna bahwa anak bukanlah proses yang terjadi begitu saja, tetapi mempunyai tujuan ibadah. Karena bermakna ibadah, maka tata cara yang harus dipenuhi hendaknya sesuai dengan cara yang dilakukan Nabi Muhammad.

BACA JUGA: Sambut Kelahiran Buah Hati dengan…

Proses-proses yang berlangsung di dalam rahum sangat mencengangkan. Satu-satunya panduan embriologi yang telah dikabarkan Nabi Muhammad melalui ayat-ayat suci Al-Quran, mendahului temuan ilmuah di dalam bidang reproduksi modern.

Ketika di dalam rahim terjadi perubahan, tubuh sang calon ibu pun mengalami perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik maupun mental ibu. Sejak saat itu, dimulailah berbagai bentuk perawatan diri untuk menyambut sang buah hati. Sembilan bulan bukan waktu yang pendek. Setiap minggu, kondisi sang calon ibu mulai berubah.

Emosi tidak stabil. Mudah sedih, mudah tersinggung, menjadi malas, dan mudah marah. Kondisi fisik pun mengalami perubahan. Merasa mual, muntah, pegal diseluruh tubuh, sering buang air kecil, mudah lelah dan lesu, dan payudara mengencang. Terdapat varises di kaki, bahkan kadang-kadang ambeien. Berat badan bertambah. Rahim membesar dan perut semakin membuncit.

Ketika hal-hal tersebut terjadi, dimulailah proses-proses perawatan diri. Diawali dengan merawat kebersihan diri baik mandi, berpakaian, buang air besar, merawat kaki, kuku, rambut, gigi, dan kulit. Menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga. Merawat payudara supaya bisa siap memberi air susu kepada bayinya nanti. Asupan makanannya pun harus memenuhi gizi seimbang. Memeriksakan kehamilan pada yang ahli. Menghindari bahan-bahan yang berbahaya bagi kehamilannya. Tetap melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya. Bahkan tetap menjalankan tugas sebagai istri dengan tetap melayani suami. Sambil tidak lupa menyiapkan barang-barang yang perlu dibawa untuk proses persalinan. Belajar memandikan bayi ketika dilahirkan. Merawat tali pusat, menyusui, dan memijit bayi.[]

SUMBER: Muslimah Menyambut Buah Hati/Hartatik Ummu Rifaah/Aqwamedika

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Maaf Ukhti Antum Offline