Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Suami Lebih Banyak Menghabiskan Waktu untuk Internet

0

Pertanyaan:

Ada seorang istri mengeluhkan suaminya yang menghabiskan sebagian besarnya untuk internet dan tidak menemaninya dan anak-anaknya kecuali sebentar saja, maka apa nasehat Anda untuknya dan untuk suaminya tersebut?

Jawaban:

الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اتَّبَعَ هُدَاهُ أَمَّا بَعْدُ:

Engkau bukan satu-satunya yang mengeluhkan hal yang tidak menyenangkan ini, bahkan banyak para istri yang mengeluhkan hal yang engkau sebutkan yang dilakukan oleh suami-suami mereka. Jika memang demikian perkaranya, maka nasehat saya bagimu dan bagi mereka adalah hendaknya selalu bersabar dan berusaha mendiskusikannya dengan suami dengan cara yang lembut, terlebih lagi jika dia bergadang di depan media ini untuk menyebarkan ilmu atau mencari ilmu (membaca tulisan ulama atau asatidzah, donwnload kitab, atau ceramah dan durus mereka dan semisalnya –pent).

BACA JUGA: Nasihat Emas bagi Pengguna Internet

Adapun jika engkau mengetahui bahwa berlama-lamanya dia depan media ini untuk menonton atau mendengar sesuatu yang haram dan semisalnya, maka ingkarilah perbuatannya jika engkau benar-benar mengetahui bahwa hal tersebut haram. Mudah-mudahan suamimu mau mendengar nasehatmu dan engkau pun akan mendapatkan pahala. Terlebih lagi jika engkau memiliki anak-anak yang tentunya berat bagimu jika ditinggal olehnya dan engkau serta anak-anakmu akan terlantar atau ditimpa hal-hal yang tidak diinginkan karenanya.

Saya tekankan lagi agar engkau bersabar, karena pertolongan akan mengiringi kesabaran, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi was sallam:

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.

“Ketahuilah bahwasanya pertolongan menyertai kesabaran, jalan keluar menyertai kesusahan, dan kemudahan menyertai kesulitan.” (Lihat: Silsilah Ash-Shahihah, no. 2382 –pent)

Adapun nasehat saya kepada suamimu dan dia merupakan pihak yang pertama kali akan dimintai tanggung jawab terhadapmu dan keluargamu, yaitu hendaknya dia mengingat sabda Nabi shallallahu alaihi was sallam:

BACA JUGA: Jika Anak Anda Sering Pakai Internet, Pelajari Hal Ini

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِيْ أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِيْ بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا، وَالخَادِمُ رَاعٍ فِيْ مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

“Kalian semua adalah penanggung jawab dan kalian semua akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, seorang kepala negara adalah penanggung jawab dan akan dimintai tanggung jawab tentang rakyatnya, seorang suami adalah penanggung jawab di keluarganya dan akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, seorang istri adalah penanggung jawab di rumah suaminya dan dia akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, seorang pembantu juga adalah penanggung jawab pada harta tuannya dan dia akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya, jadi kalian semua adalah penanggung jawab dan kalian semua akan dimintai tanggung jawab terhadap urusannya.” (Muttafaqun alaih)

 

Dijawab oleh: Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad Al-Madkhaly rahimahullah



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline