Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Kontrol Tekanan Darah Ibu Hamil

0

Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami ibu hamil adalah hipertensi. Kondisi ini dialami oleh sekitar 10 persen ibu hamil. Awalnya mungkin memang sudah punya hipertensi sebelum hamil, tapi bisa juga hipertensi baru dialami pertama kalinya ketika hamil.

Dikutip dari hellosehat.com, gangguan tekanan darah selama kehamilan dibagi menjadi hipertensi kronis, preeklampsia-eklampsia, hipertensi kronis dengan superimposed preeklampsia, serta hipertensi gestasional. Gangguan-gangguan ini bisa menyebabkan berat bayi lahir rendah (BBLR) atau kelahiran prematur.

Preeklampsia bisa menjadi komplikasi hipertensi kronis serta hipertensi gestasional. Tandanya antara lain tekanan darah tinggi dan tingginya kadar protein dalam urine (air kencing). Ini bisa menyebabkan tangan dan kaki membengkak.

Biasanya kondisi ini baru muncul pada akhir kehamilan, tapi bisa juga pada saat hamil muda. Bila tidak didiagnosis, preeklampsia bisa mengarah pada eklampsia. Eklampsia adalah kondisi serius yang menyebabkan kejang hingga kematian ibu dan janin.

BACA JUGA: Miliki Tekanan Darah Tinggi, Sedekah Saja

Satu-satunya tindakan yang bisa dilakukan saat terjadi preeklampsia adalah persalinan, terlepas dari kondisi janin. Maka, sangat penting bagi ibu hamil untuk mencegah naiknya tekanan darah beserta komplikasinya. Bagaimana cara mengendalikan tekanan darah ibu hamil? Enam poin berikut inilah acuannya.

1. Rutin check-up

Anda harus rajin periksa ke dokter kandungan sesuai jadwal selama mengandung si buah hati. Saat check-up, pastikan dokter selalu memantau tekanan darah ibu hamil dan kadar protein dalam urine Anda.

Bila Anda memang sudah punya hipertensi sebelum hamil, Anda harus lebih berhati-hati.

Salah satu tanda preeklampsia adalah kadar protein dalam urine yang tidak normal. Namun, preeklampsia bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala-gejala fisik. Bisa juga kondisi ini terjadi di antara jadwal kunjungan Anda ke dokter.

Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk rutin memantau tekanan darahnya di rumah. Hal ini juga disuarakan oleh American College of Obstetricians and Gynaecologists, sebuah ikatan spesialis kebidanan dan kandungan di Amerika Serikat pada 2013.

2. Disiplin minum obat

Jika Anda minum obat penurun tekanan darah, beri tahu dokter kalau Anda sedang menjalankan program hamil atau ketika Anda hamil. Dokter mungkin perlu meresepkan obat yang lain.

Pasalnya, obat tertentu mungkin tidak aman dikonsumsi selama kehamilan. Ada obat-obatan yang bisa menghambat aliran darah dari ibu menuju plasenta dan janin dalam kandungan, atau berpengaruh pada perkembangan janin.

Pada usia kehamilan 4-5 bulan, tekanan darah ibu biasanya turun. Ini artinya Anda boleh berhenti minum obat untuk sementara (tapi harus atas izin dokter). Kalau Anda harus terus minum obat tekanan darah selama kehamilan, selama persalinan pun Anda tetap harus minum.

Intinya, Anda harus disiplin dan ekstra hati-hati saat minum obat tekanan darah selama kehamilan. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter Anda.

Loading...

3. Aktif bergerak

Berolahraga ringan dan aktif bergerak setiap hari bisa membantu mengendalikan tekanan darah ibu hamil. Tak perlu olahraga yang berat, cukup dengan berenang, jalan kaki, senam hamil, atau sesuai anjuran dokter Anda.

Aktivitas fisik tidak bahaya bagi wanita hamil dengan hipertensi. Justru meningkatkan aktivitas selama hamil bisa menghindarkan Anda dari risiko preeklampsia, daripada Anda tidak bergerak sama sekali.

BACA JUGA: Perdarahan Selama Kontraksi, Nifas Atau Bukan?

Kecuali kalau Anda punya alasan medis untuk bed rest, mulailah berolahraga secara bertahap. Jangan langsung memaksa diri untuk olahraga habis-habisan.

4. Jaga berat badan

Anda harus memantau berat badan Anda selama kehamilan. Tanyakan pada dokter atau bidan Anda berapa rentang berat badan yang ideal bagi Anda saat hamil. Kelebihan berat badan, apalagi obesitas, adalah pertanda bahwa tekanan darah Anda rentan melonjak naik. Anda juga jadi lebih rentan mengalami kram kaki, diabetes, nyeri sendi, maag (heartburn), dan mudah lelah.

Maka, penting untuk mengubah gaya hidup Anda sejak awal kehamilan agar berat badan tetap stabil dan ideal selama kehamilan.

5. Perhatikan asupan makanan

Pola makan seimbang dan membatasi asupan garam bisa membantu mengendalikan tekanan darah ibu hamil sekaligus menjaga berat badan. Fokus untuk makan protein rendah lemak, buah, sayur, biji-bijian (gandum atau beras merah), dan produk susu yang rendah lemak.

6. Terapkan pola hidup sehat

Hindari merokok, minum alkohol atau obat-obatan di luar resep dokter, dan minum minuman berkafein. Bicarakan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat bebas yang dibeli di apotek atau kalau Anda rutin minum obat untuk kondisi medis lainnya.

Minuman berkafein seperti kopi harus benar-benar dibatasi. Selain berisiko bagi bayi dan ibu hamil, kafein juga berbahaya bagi tekanan darah Anda. Bahkan sebuah laporan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menyebutkan bahwa kafein mungkin menghambat asupan gizi bagi janin serta meningkatkan risiko keguguran.

Meski tak mudah, mengendalikan tekanan darah ibu hamil sangat mungkin dilakukan demi kesehatan ibu dan bayi sekaligus persalinan yang lancar. Jika Anda punya pertanyaan atau kekhawatiran tertentu soal tekanan darah Anda, segera kunjungi dokter.

Semoga tips di atas bermanfaat. []



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline