Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukh, Perhatikan Pembalut yang Dipakai

0

Wanita yang sudah baligh ditandai dengan datang bulan (haid setiap sebulan sekali). Karena itu, salah satu hal yang tidak bisa lepas dari wanita ialah pembalut.

Namun apakah Anda ketahui bahwasannya pembalut yang pada dasarnya berfungsi sebagai pelindung justru menjadi salah satu penyebab kanker serviks karena terbuat dari bahan-bahan yang sangat tidak layak untuk digunakan sebagai pembalut.

Berikut beberapa bahan dasar berbahaya untuk pembalut murahan yang sering dipakai wanita saat ini:

BACA JUGA: Sebelum Pembalut, Perempuan Zaman Dahulu Menggunakan Apa? (1)

1. Ada pembalut yang tidak 100% menggunakan kapas murni sebagai bahan dasarnya.

Tetapi untuk menghemat biaya produksi, para produsen jahat mendaur ulang kertas bekas, kertas koran, kardus, serbuk kayu (pulp), dan karton bekas yang penuh dengan bakteri sebagai bahan dasar pembalut.

2. Dalam proses daur ulang, banyak terkandung zat kimia (DIOXIN) yang digunakan untuk proses pemutihan.

Zat kimia ini juga digunakan untuk proses sterilisasi kuman pada kertas serta pembuangan bau. Hal inilah yang menyebabkan resiko terjadinya kanker mulut rahim.

BACA JUGA: Apakah Pembalut Harus Dicuci Sebelum Dibuang?

3. Pada pembalut wanita yang putih bersih, setiap 1 cm2 mengandung 107 bakteri berbahaya yang merangsang pertumbuhan bakteri atau virus bila digunakan 2 jam terus menerus.

Lantas bagaimanakah cara mengenali pembalut yang berbahaya? Anda bisa melakukan penelitian secara sederhana.

1. Sediakan setengah gelas air putih
2. Robek pembalut, ambil bagian dalamnya
3. Masukkan pembalut pada gelas berisi air
4. Aduk secara perlahan
5. Amatilah! Jika kapas pembalut tersebut hancur atau air menjadi keruh, bisa jadi itu adalah pembalut yang menggunakan bahan dasar yang tidak layak. []

SUMBER: INSPIRADATA



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline