Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Pernikahan Juwairiyah Membawa Berkah

0

Juwairiyah binti Al-Harits sebenarnya hanya seorang tawanan. Umurnya baru dua puluh tahun, wajahnya cantik jelita. Ia termasuk Bani Musthaliq, dimana kaumnya sebelumnya memang ingkar kepada Islam dan memilih perang dari pada berdamai dengan dakwah Islam. Dalam perang Muraisi’, Kaum Muslimin mengalami kemenangan, dan ia termasuk dalam tawanan.

Juwairiyah gelisah, saat ia tertawan Tsabit bin Qais. Dalam tradisi peperangan, seorang tawanan biasanya dijadikan budak, yang tuannya bisa bebas memperlakukan dirinya, maka ia amat berkeinginan untuk bisa menebus dirinya. Ia meminta kerendahan hati Tsabit untuk  menerima tebusannya, sebelumnya ia meminta bantuan pada Rasulullah agar berkenan membebaskan dirinya.

BACA JUGA: Yakinkan Pernikahanmu Awet sampai Surga

Rasulullah tahu, Juwairiyah adalah wanita yang ayahnya mempunyai posisi terhormat pada kaumnya, hingga bila Beliau menikahinya, diharapkan ada dakwah tersendiri yang bisa dilihat oleh kaumnya tentang kemuliaan Islam yang memperlakukan tawanan.

Selanjutnya Beliau bertanya pada Juwairiyah, “Maukah engkau sesuatu yang lebih baik daripada itu?”

“Apakah gerangan wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Aku tebus dirimu. Lalu kunikahi engkau.”

Seketika juga wajahnya yang cantik menjadi berseri-seri dan merona, ia sepertinya mendapat suatu  kebaikan yang tidak hampir-hampir tidak bisa dipercayainya. Ia pun menyatakan persetujuannya.

Akhirnya kabar pernikahan Juwairiyah dan Rasulullah pun tersebar dengan luas. Para tawanan menyambut dengan sangat gembira.

Orang-orang yang telah menjadikan budak para tawanan berkata, “Semua tawanan telah menjadi kerabat Rasulullah akibat pernikahan mereka, dan mereka tidak layak lagi menjadikan budak”.

Lalu mereka beramai-ramai melepaskan dan membebaskan para tawanan lain dari anggota Bani Musthaliq yang jumlahnya sekitar seratus orang!

Dan Aisyah istri Rasulullah berkomentar, “Aku belum pernah menemukan seorang wanita yang lebih banyak membawa berkah bagi kaumnya selain Juwairiyah!”

Aisyah menggambarkan wanita muda ini dengan kalimat, “Ia adalah wanita yang cantik jelita. Siapa yang memandangnya akan tertarik. Sehingga saat ia terlihat datang pada Rasulullah untuk meminta pembebasan pada dirinya, Demi Allah, aku melihatnya dari pintu kamarku, aku merasa tidak senang (cemburu), sebab aku mengetahui bahwa Rasulullah akan melihat pada diri Juwairiyah seperti apa yang aku lihat”.

Sebenarnya nama Juwairiyah adalah Barrah, setelah masuk Islam Rasulullah mengganti nama dengan Juwairiyah karena tidak suka jika ia dikatakan “Baru keluar dari tempat Barrah atau orang suci dari dosa.”

Dan setelah keimanannya berganti dengan Islam, Ia menjadi seorang yang teguh dalam menjalankan agama, kuat iman menghadapi godaan walau datang dari keluarganya sekalipun, sehingga Ibnu Hajar menggambarkan keimanan Juwairiyah dalam Al-Ishaabah, ”Suatu ketika ayah Juwairiyah datang kepada Rasulullah saw dan berkata, ’Anakku tidak pernah ditawan sebelumnya, maka aku datang untuk membebaskannya.’

Nabi saw menjawab, ‘Alangkah baiknya bila kita berikan saja pilihan kepada Juwairiyah, apakah dia akan mengikutimu kembali atau ingin tetap bersamaku.’

Loading...

Ayahnya berkata, ’Baiklah.’

Sang Ayah pun menemui Juwairiyah dan memaparkan pilihan tersebut, namun jawaban Juwairiyah, ’Aku memilih Allah dan Rasul-Nya.”

BACA JUGA: Amalan Baik Jelang Pernikahan

Kisah itu memberikan penegasan, bahwa Nabi saw pada saat itu bukan seorang yang otoriter, merasa pemimpin umat yang besar dan merasa sudah membebaskan juga menikahi Juwairiyah, maka ia memberikan pilihan untuk Juwairiyah untuk menentukan sikapnya. Dan Akhirnya keimanan Juwairiyah yang memilih Allah dan Rasul-Nya membuahkan hasil yang manis, karena akhirnya Ayah dan kedua saudara kandungnya dan beberapa dari kaumnya turut masuk Islam dengan sukarela.

Dan pernikahan yang terberkahi ini sebenarnya sedikit menguak tabir mengenai pernikahannya dengan Juwairiyah yang bukan  karena nafsu semata, ini lantaran ingin memberikan pemahaman kepada orang-orang bahwa seorang tawanan bisa dibebaskan untuk menuju cahaya Islam dan menolak kemusyrikan.

Sumber: Masuk Surga Walau Belum Pernah Shalat Oleh Candra Nila Murti D



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas