Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Sadarilah Bahwa Suamimu Adalah Milik Allah

0

Saudariku, sadarilah sepenuhnya bahwa suami adalah milik Allah, bukan milik kita, ia hanya amanah. Bersiap menikah berarti siap juga untuk dimadu, siap untuk ditinggal mati/syahid, siap menderita, siap menjadi sahabat, siap menjadi partner dalam duka maupun suka, siap segalanya bahkan siap dicerai.

Rasanya tidak pantas jika kita telah menyadari bahwa diri kita tidaklah sempurna di hadapan siapapun, termasuk di hadapan suami tercinta. Apalagi sudah faham atas hukum poligami, kemudian mencari-cari alasan dan dalil untuk melarang suami agar jangan sampai poligami. Mencintai bukan berarti mengekang, mencintai berarti kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga. Menikah berarti ibadah.

Bukankah kita diutamakan untuk peduli dan mengutamakan saudara kita? Bukankah pengorbanan di jalan Allah itu pahalanya sangat besar

Bukankah pengorbanan berarti memberi atau merelakan apa yang paling kita cintai dan sayangi untuk Allah, Islam dan saudari kita?

Sadarkah saudariku..

Bahwa ada banyak muslimah lain di luar sana yang ingin menjaga kehormatannya, menjaga kesucian interaksinya dengan lawan jenis, ingin merasakan support dari seorang imam ketika mereka lelah dalam mengarungi hidup dan perjuangan ini?

BACA JUGA: Anggapan Keliru Seputar Poligami

Mereka merindukan juga belaian kasih sayang yang tulus dari seorang suami yang shalih sebagaimana Anda?

Saudariku.. Bukankah antunna juga pernah merasakan hal yang sama ketika dalam penantian jodoh?

Bukankah ketika Anda merindukan suami Anda pulang, si akhwat lain justru dalam penantian yang tidak jelas. Ketika suami Anda pulang belum tentu bisa melayaninya sempurna. Sementara di luar sana ada yang merindukan untuk melayani? Pilih mana Anda ditinggalkan tanpa tanggung jawab (dicerai) atau berbagi dengan ukhti yang lain yang juga punya hak atas suami Anda?

Kedengarannya kejam dan tega tapi maaf inilah hukum syara’ yang tidak selamanya membuat kita ‘nyaman’ jika tidak disertai keikhlasan yang tinggi.

Begitu banyak akhwat yang punya persyaratan dan minta komitmen khusus kepada suaminya agar tidak mau poligami setelah menikah tapi kenyataan dia tak mampu memberi yang terbaik bagi suaminya. Janganlah jadi wanita egois yang menyakiti suami dan akhwat lain?

Jangan egois saudariku, anggap akhwat lain sedang di hadapanmu dan berkata dengan pelan dan linangan air mata,

Ukhti..

Ukhti telah bersuami bukannya prihatin atas nasib kami yang masih dalam penantian, malah justru mencemburui dan membenci kami padahal kami belum tentu bermaksud meminta suamimu, hanya mengetuk kesadaran dan kepedulianmu?

Pilih mana, mendengar kabar suami anda menikah lagi karena takut berzina, atau mendengar dia digerebek dalam kos-kosan atau hotel karena sedang in the ‘Hoy’ dengan wanita jalang?

Loading...

Adakah Anda merasa bahwa Anda turut andil dalam kasus ini?

Pada faktanya, berapa banyak wanita yang dibunuh karena meminta dinikahi sementara si pria sudah punya istri?

Berapa banyak bayi digugurkan karena anak lahir di luar?

Berapa banyak istri ke 2 yang harus dicerai karena monogami yang dipaksakan?

Berapa banyak anak yang lahir tanpa bapak?

Berapa banyak generasi yang seharusnya tumbuh normal dalam pengasuhan seorang ayah namun terlantar karena keegoisan sang Ibu yang lebih memilih bercerai daripada dimadu?

BACA JUGA: Apakah Disunahkan untuk Berpoligami?

Dan banyak lagi fakta lain yang patut kita renungkan.

Bukankah kita semua sudah tau ayat berikut (yang artinya):

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An-Nur: 30)

Mari kita bantu mereka, bagi Anda yang sudah benar-benar siap untuk dimadu, ada baiknya jika anda sendirilah yang mencarikan pasangan yang ideal dan tepat bagi suami Anda untuk jadi partner sejati menuju ridho dan Jannah-Nya. Indahnya tak terukir melalui kata-kata jika kita mampu bersama-sama mencintai ia (akhwat) yang suami kita cintai.

Jika menikah karena Allah, semua akan terasa indah. Poligami, cerai atau rujuk semua kan terasa indah. Indah sekali. Jangan tunggu suami melakukan pelanggaran hukum syara’ baru bertindak bahkan menyesal. Jaga interaksi suami anda dengan perempuan ajnabi dengan menawarkan diri jadi perantara jika memang suami sudah ada kecenderungan ke sana. Jangan hanya bisa terdiam dalam luka, komunikasikanlah dari hati ke hati.

Wahai ukhti..

Ada jannah menanti orang-orang yang ikhlas dan rela berkorban bagi suaminya. Toh, di surga pun kita akan bersaing dengan bidadari-bidadari nan jelita. Jangan membuatnya cemburu dengan menguasai suami Anda saat ini, padahal Anda masih banyak menyakiti suami atau bisa jadi Anda jauh dari kata melayani suami. []

 

SUMBER: POLIGAMI SYARIE



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline