Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Mendiamkan Istri Saat Marah

0

Pertanyaan: Terkadang terjadi selisih paham antara seorang dengan isterinya, lalu sang suami memboikot isterinya di tempat tidur, ia tidak mengajak bicara isterinya.

Jika masuk rumah ia tidak mengucapkan salam kepada isterinya.

Apakah perbuatan ini mencocoki sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam memboikot?

Bagaimana metode Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam berselisih dengan isteri-isteri beliau?

Jawaban: “Termasuk kesalahan dan kekeliruan kalau keadaannya sampai begini, memboikot sang isteri di tempat tidur dan tidak mengajaknya berbicara.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang paling baik kepada isterinya. Dan aku adalah sebaik-baik kalian terhadap isteriku.”

Dan dulu Nabi shallallahu alaihi wasallam di rumah beliau melakukan pekerjaan-pekerjaan rumahnya (membantu isteri), sampai tiba waktu shalat lalu beliau keluar untuk shalat.

Maka tidak sepantasnya seorang untuk memboikot isterinya sekalipun mereka keliru, maka hendaknya sang suami tabah dan sabar.

BACA JUGA: Para Istri Jangan Marah, Inilah Adab Suami pada Istri

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: “Janganlah seorang mukmin membenci isterinya. Jika ia membenci satu perangainya, niscaya ia ridha dengan perangai yang lainnya darinya.”

Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seorang wanita itu seperti tulang rusuk, jika engkau paksa meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya dan bersenang-senang dengannya, dia memiliki kebengkokan.”

Dan pemboikotan ini tidak akan menambah urusannya kecuali menjadi semakin sulit.

Bahkan hendaknya suami itu bersabar, tabah dan berlaku lembut dengan isterinya, mengajaknya bicara sesuai kadar akalnya sampai urusannya menjadi sempurna.

Seorang isteri sudah cukup senang dengan*senyum suami, akan bisa menghilangkan segala apa yang dalam hatinya. Dan cukup bagi isteri lawan hal itu, cemberut pada wajah suaminya maka ia akan bisa lari.

Maka hendaknya seorang itu memperhatikan keadaan-keadaan ini, agar ia bisa hidup bersama isterinya dengan kehidupan yang tenang dan diridhai.”

 

Dijawab oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Loading...

As-Silsilah Al-Liqa Asy-Syahri 76



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas