Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Safar Bersama Anak Kecil yang Belum Baligh, Apakah Termasuk Mahram?

0

Syaikh Muhammad bin Salih al-‘Utsaimin pernah ditanya: Jika seorang wanita berhaji (dengan bersafar) tanpa mahram, apakah hajinya sah? Dan apakah seorang anak kecil yang telah mumayyiz (berusia lebih dari 7 tahun –pent.) bisa menjadi mahram bagi wanita (dalam safar)?

Jawaban: Hajinya sah, namun perbuatannya dengan bersafar tanpa mahram hukumnya haram dan merupakan maksiat terhadap Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تُسَافِرُ امْرَأَةٌ إِلَّا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ

“Seorang wanita tidak boleh melakukan safar kecuali bersama mahramnya.” (HR. Bukhari – Muslim)

Adapun anak kecil yang belum balig maka ia tidak bisa menjadi mahram (untuk bersafar –pent.) karena anak kecil itu sendiri butuh untuk dilindungi dan diawasi. Oleh karena itu, tidak memungkinkan baginya untuk mengawasi dan melindungi orang lain.

Seseorang yang memenuhi syarat sebagai mahram (bagi wanita ketika bersafar) haruslah seorang muslim, laki-laki, balig, dan sempurna akalnya. Jika tidak memenuhi seluruh syarat itu maka ia tidak sah sebagai mahram (dalam perjalanan safar).

BACA JUGA: Haruskah Mengundi Para Istri Saat Hendak Safar?

Inilah keadaan yang amat kita disayangkan, dimana sebagian wanita bermudah-mudahan untuk bersafar dengan pesawat tanpa mahram. Yaitu bermudah-mudahan untuk safar sendirian. Mereka beralasan dengan mengatakan bahwa mahramnya mengantar ke bandara keberangkatan, sedangkan ia aman di pesawat.

Alasan ini pada realitanya terdapat masalah, yaitu mahram yang mengantar tidak dapat masuk bersamanya ke pesawat melainkan hanya mengantar hingga ruang tunggu.

Bisa jadi pesawatnya delay dari jadwal keberangkatan sehingga jadilah perempuan ini terlantar.

Bisa jadi pesawat yang sudah terbang tidak bisa landing di bandara yang seharusnya karena berbagai alasan sehingga pesawat landing di bandara yang lain maka perempuan inipun menjadi terlantar.

Bisa jadi pula pesawatnya landing di bandara tujuan namun mahram yang menjemputnya tidak datang karena berbagai sebab, seperti sakit, tertidur, atau terjadi kecelakaan sehingga menghalanginya sampai di waktu yang ditentukan atau sebab lainnya.

Apabila seluruh faktor penghalangnya dapat diatasi, pesawat sampai di waktu yang tepat, dan ia mendapati mahram yang menjemputnya, maka bisa jadi orang yang ada di sampingnya di dalam pesawat adalah lelaki yang tidak takut kepada Allah Ta’ala dan tidak menyayangi hamba Allah kemudian ia membuat perempuan itu berubah dan tertipu dengannya. Selanjutnya, muncullah fitnah dan yang terlarang sebagaimana telah kita ketahui bersama.



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas