Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ibu, Kalau Ujang Makan Roti Ini, Nanti Ibu Makan Apa? (1)

0

 

Sebut saja Ujang dan ibunya, Maimunah. Ujang masih sangat kecil ketika ayahnya meninggal dunia. Karenanya, untuk menopang hidup, ibu Ujang bekerja sebagai seorang tukang jahit.

Pada suatu hari, tidak ada seorang pun yang datang ke rumah Maimunah untuk menjahitkan pakaian. Namun, nasib baik, Maimunah masih menyimpan sedikit roti untuk aakannya.

“Ujang sayang, Ibu minta maaf sebab hari ini hanya ada sedikit roti untuk Ujang makan, tapi Ibu janji, esok kita makan nasi ya,” Maimunah berkata kepada Ujang sambil memberikan roti.

“Ibu, kalau Ujang makan roti ini, Ibu nanti makan apa?” Ujang bertanya kepada ibunya yang masih saja terus membelai rambutnya itu.

BACA JUGA: Berdosakah Orangtua Jika Tak Adil terhadap Anak-anaknya?

“Ah, kamu makan sajalah. Ibu masih kenyang, kok,” Maimunah menjawab. Bagi Maimunah, dia tidak soal untuk menahan lapar. Baginya, melihat aakannya ceria dan tersenyum, sudah cukup membuat gembira.

“Ibu, Ujang janji, bila Ujang besar nanti, Ujang akan rajin bekerja. Ujang akan beri Ibu makan yang enak dan banyak,” kata Ujang pandai menjaga hati ibunya. Kemudian, dia menyuap roti yang sekerat itu ke mulut ibunya itu. Maimunah hanya tersenyum dengan gelagat putra kecilnya itu.

Beberapa tahun berlalu, Ujang tumbuh jadi seorang pemuda yang tegap dan tampan. Namun, ia mempunyai kebiasaan buruk. Dia sering keluar bersama kawan-kawannya untuk sekadar nongkrong. Dia juga semakin berani dan selalu melawan perkataan ibunya. Walaupun disuruh oleh ibunya untuk mencari kerja, tetapi nasihat ibunya yang tua itu tidak pernah diindahkan.

Maimunah tidak tahu mengapa Ujang bersikap demikian terhadapnya. Dia tidak pernah mengajar anaknya untuk bersikap kasar. Setiap hari, dia berdoa agar Allah SWT senantiasa melindungi Ujang dari perkara yang tidak baik.

Namun ujang tidak pernah berubah.

BACA JUGA: Ibu, Jangan Biasakan Bohong pada Anak

Suatu hari, Ujang meminta uang pada ibunya. “Ibu! Ujang butuh uang lagi! Cepat, kawan-kawan Ujang sudah menunggu dari tadi!” lengking Ujang kepada ibunya yang telah tua itu.

Maimunah menjawab dengan sabar, “Semua uang Ibu sudah habis, Ujang. Uang semalam adalah uang terakhir simpanan Ibu. Ibu sudah tiada punya uang.”

“Ibu bohong! Ibu kan masih punya uang tapi Ibu tidak mau memberikannya pada Ujang kan?” ujar Ujang lagi. “Perempuan tua tak guna!”

Ujang kemudian mendorong tubuh ibunya sehingga jatuh dan anak lelaki itu keluar dari rumah dengan perasaan yang hampa. Ujang benar-benar tertekan jika tidak punya uang. []

Loading...

BERSAMBUNG



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas