Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ibu, Kalau Ujang Makan Roti Ini, Nanti Ibu Makan Apa? (2-Habis)

0

 

Di pertengahan jalan, Ujang diberhentikan oleh seorang pemuda yang tidak dikenalinya. Pemuda itu terlihat kaya. Ujang tidak sedar bahawa pemuda itu sebenarnya adalah syaitan yang menyamar sebagai manusia. Syaitan itu hanya ingin memerangkap Ujang. Bagi syaitan, Ujang adalah orang yang sangat mudah diperdaya dengan harta.

“Siapa kau?” tanya Ujang kepada pemuda yang berdiri di hadapannya.

“Aku hanya mau menolongmu. Bukankah kamu sedang butuh uang sekarang? Aku mau memberi kamu uang yang banyak,” jawab syaitan itu memperdaya Ujang.

“Kau mau memberi aku uang yang banyak?” Ujang terperanjat dan sekaligus gembira.

BACA JUGA: Ibu, Kalau Ujang Makan Roti Ini, Nanti Ibu Makan Apa? (1)

“Ya. Uang yang banyak. Tapi dengan satu syarat,” ujar syaitan bermain kata.

“Apakah syarat tersebut? Cepat, sebutkan! Aku akan segera memenuhinya.”

“Syaratnya, bawa hati ibumu kepadaku dan uang yang banyak akan menjadi milikmu.”

Tanpa banyak berpikir, Ujang langsung berlari ke rumahnya. Tanpa belas kasihan, Ujang menghabisi ibunya ,dan mengambil hati ibunya. Ibu yang selama ini menjaga dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Ibu yang rela menahan lapar berlapar demi anaknya. Ibu yang ikhlas bekerja demi mencari sesuap nasi untuk anaknya .Ibu yang selalu merawatnya semasa sakit. Malah, ketika Ujang pulang, ibunya sedang menyiapkan masakan kegemaran Ujang, tanpa terasa sedikit pun akan perbuatan Ujang sebelum ini.

Ujang sangat gembira karena dengan hati ibunya itu, dia akan mendapat uang yang banyak. Dia langsung kembali berlari untuk menemui pemuda yang berjanji padanya itu. Dia membayangkan akan mendapatkan uang yang banyak, tanpa disadari, Ujang terantuk batu lalu terjerambab ke tanah. Dia mengerang kesakitan.

BACA JUGA: Mengapa Engkau Menangis, Ibu?

“Sakitkah, anakku?” dengan izin Allah, tiba-tiba saja, hati milik ibunya itu berbicara. Dengan penuh kasih sayang, hati itu terus bertanya. Pertanyaan tersebut ditanya berulang-ulang kali dilontarkan sehingga membuat Ujang terperanjat. Tapi Ujang, tidak peduli. Ia terus saja membawa hati ibunya itu kepada syaitan yang menyamar sebagai pemuda itu. Syaitan berasa amat gembira sekali karena misinya berhasil. Sebagai balasannya, Ujang diberikan uang yang banyak sebagaimana yang telah dijanjikan.

Dengan uang yang banyak itu, Ujang meneruskan kehidupannya dengan berjudi. Namun uang itu, sekejap saja sudah habis. Biasanya dulu, ketika ibunya masih hidup, setiap kali mengalami hal seperti itu, Ujang akan pulang, dan kemudian ia akan dihibur dan dinasihat oleh ibunya. Tapi sekarang, tiada lagi ibunya itu yang membelai-belai menidurkannya. []

HABIS

Kisah ini fiktif belaka. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya.
Sumber: yatimawar.blogspot



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas