Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukhti, Usia Jadi Pertimbangan dalam Persiapan Menikah (1)

0

Ukhti, bagi hampir setiap orang pernikahan adalah proses berbalut misteri. Dimulai sejak pencarian jodoh kesabaran pun diuji, bahkan cenderung menuntut kepasrahan karena manusia hanya bisa berusaha, sedang hasil akhirnya di tangan Allah SWT.

BACA JUGA: Tiga Cara Mencegah Kepikunan di Usia Muda

Selain masalah jodoh (dengan siapa akan menikah), misteri yang tidak kalah besar adalah memastikan kapan usia terbaik untuk menikah. Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, sebuncah harapan memenuhi benaknya. Seorang calon suami mengharapkan istrinya setia menemani, menghibur kala duka dan menjadi penyemangat hidup.

Sedangkan calon istri menginginkan suaminya menjadi pemimpin, pelindung, pemberi solusi dalam rumah tangga. Di benaknya seorang suami menjadi sosok pengayom yang mampu bersikap dewasa dan kemampuan ini diyakini bisa didapat dari suami yang lebih tua. Tapi benarkah usia berbanding lurus dengan kedewasaan pola pikir dan tingkah laku?

Dalam dunia medis, usia manusia diklarifikasikan menjadi usia kronologis dan usia psikologis. Usia kronologis merupakan penambahan angka setiap tahun dimulai sejak manusia dilahirkan (1, 2, 3, 10, 20, 30 dst). Sedangkan usia psikologis merupakan potret perkembangan pemikiran, mental dan kedewasaan seseorang dalam hidupnya.

BACA JUGA:Ukhti, Ternyata Menikah Bisa Bikin Sehat

Jadi tua atau mudanya umur bukan satu-satunya ukuran kedewasaan seseorang. Kualitas dirilah yang menentukan apakah ia baik atau tidak untuk dijadikan pendamping hidup. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, pastinya hidup akan lebih indah bila kita bisa memaknai secara tidak berlebihan.

BERSAMBUNG



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline