Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukhti, Usia Jadi Pertimbangan dalam Persiapan Menikah (2-Habis)

0

Sejalan dengan hal ini, ada orang yg mampu menyeimbangkan usia kronologis dengan usia psikologis, namun ada pula yang tidak mampu menyeimbangkannya.

Kembali pada pembahasan awal, bahwa klasifikasi usia manusia dibagi atas usia kronologis dan usia psikologis. Jika ditemukan kemapanan sikap kepemimpinan dan ekonomi dari seorang laki-laki (ikhwan) maka sah-sah saja jika memiliki seorang istri yang lebih dewasa umurnya.

BACA JUGA: Amalan Baik Jelang Pernikahan

Namun bukan lantas model ini sepi dari kendala yang menghadang. Masalah yang mungkin timbul dilihat dari tiga aspek, yaitu :

1. Aspek psikologis

Masalah yang timbul adalah pola berpikir dan perilaku serta pengalaman hidup yang menyebabkan timbulnya masalah dikarenakan masa pubertas seorang wanita (akhwat) lebih dahulu muncul dibandingkan ikhwan.

2. Aspek keterbatasan fisik

Semakin tua umur seorang akhwat, kualitas sel telurnya pun akan semakin menurun. Belum lagi resikoresiko selama kehamilan yang semakin besar dengan bertambahnya usia. Hal lainnya yang muncul berkaitan menopause dan aktifitas seksual karena bukan tidak mungkin saat gairah seksual istri sudah menurun/memasuki masa menopause, justru suami masih berada dalam kondisi prima.

3. Aspek sosiologis (ketidaksetujuan sosial)

Hal yang dapat membayangi pernikahan, ketika semakin jauh beda usia maka semakin besar penolakan dari orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar yang cenderung tidak menyetujui model pernikahan ini dengan dalih demi kebahagiaan anak. Ini tidak lepas dari budaya masyarakat pada saat ini.

Namun perlu diingat, dalam Islam tidak mempermasalahkan soal perbedaan usia untuk pasangan suami-istri. Sekat-sekat usia bukan jaminan bahagia atau tidaknya maghligai pernikahan karena kriteria pemahaman agama jauh lebih penting dibandingkan ukuran usia yang bersifat fisik (biologis).

BACA JUGA: Muslimah, Ingat yah Menikah itu Ibadah

Kita semua tentu mengetahui, Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam menikahi Bunda Khodijah yang jarak usia keduanya 15 tahun dan justru model rumah tangganya menjadi contoh yang baik. Hal ini menjadi bukti bahwa kesenjangan usia tidak menjadi penghalang pernikahan. []

SUMBER: Menikah sehat&Islami & Islami/Penulis: dr, Nia Kurniasih dan Ihsanul Muttaqien/Penerbit:Senyum Publishing. Utan Kayu, Jakarta Timur



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline