Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Muslimah, Ini Nih Beberapa Macam Najis

0

Sahabat Muslimah, banyak hari ini orang yang belum benar-benar mengetahui perkara najis. Padahal perlu sahabat musliah ketahui, bahwa pengetahuan tentang najis sangat penting bagi seorang muslim karena berkaitan erat dengan ibadah.

BACA JUGA: Apakah Air Kencing Balita Najis?

Najis sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai karena kita tidak tahu, lantas menganggap kotoran biasa menjadi najis, atau menganggap sepele hal yang sebenarnya najis menurut syariat islam.

Najis, berdasarkan macam cara menghilangkannya ada 3, yaitu :
1) Najis Mukhoffafah (najis ringan),

Yaitu najis yang cara menghilangkannya cukup dengan memercikkan air ke tempat yang terkena najis (tidak harus dicuci).

Najis yang masuk kategori ini adalah :
a) Kencing anak laki-laki yang belum memakan makanan lain sebagai makanan pokok selain ASI
(Air Susu Ibu).
ُ”Kencing anak kecil laki-laki (yang belum makan selain ASI) cukup dipercikkan, sedangkan kencing
anak perempuan harus dicuci,” (H.R Ibnu Majah)

b) Madzi : cairan tipis dan lengket yang keluar dari kemaluan karena bangkitnya syahwat.
Sahl bin Hunaif pernah bertanya kepada Rasulullah
shollallalahu ‘alaihi wasallam:

“Bagaimana dengan
pakaian yang terkena madzi? Nabi menjawab :
“Cukup engkau mengambil seciduk air dengan tangan lalu percikkan di bagian pakaian yang terkena madzi,” (H.R Abu Dawud, atTirmidzi)

2) Najis Mutawassithoh (najis pertengahan)

Najis yang cara menghilangkannya dengan cara mencuci dengan air (atau media lain) sampai hilang najis tersebut.

Najis yang masuk kategori ini adalah:

a) Kencing dan kotoran manusia (selain anak kecil laki yang hanya makan ASI). Keduanya najis berdasarkan kesepakatan para Ulama. Juga berdasarkan keumuman dalil yang ada tentang perintah istinja’ setelah buang air, demikian juga dengan perintah Nabi menyiramkan setimba air
ke tempat yang dikencingi seorang Arab pedalaman di masjid (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Anas)

b) Kencing dan kotoran hewan-hewan yang dagingnya tidak halal dimakan.

Contoh: kencing dan kotoran kucing, kotoran keledai jinak. Ibnu Mas’ud pernah mencarikan 3 batu untuk istijmar bagi Nabi. Namun, beliau hanya mendapatkan 2 batu dan 1 kotoran keledai
(jinak). Nabi menyatakan bahwa kotoran keledai (jinak) itu adalah najis (H.R Ibnu Khuzaimah)

c) Wadi, cairan putih yang keluar mengiringi kencing atau keluar karena keletihan.

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata:
“Adapun wadi dan madzi, cucilah kemaluanmu, dan berwudhu’lah untuk sholat,” (H.R al-Baihaqy)

Loading...

d) Darah haidh dan nifas.

Dari Asma’ beliau berkata:

“Datang seorang wanita kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam dan berkata: Bagaimana pendapat anda jika salah seorang dari kami haid pada pakaiannya, apa yang (seharusnya) dia kerjakan? Nabi bersabda: Ia harus mengeriknya dan menggosok-gosoknya dengan air, lalu disiram dengan air, kemudian ia bisa sholat dengan pakaian itu (H.R al-Bukhari dan Muslim)

e) Bangkai, yaitu binatang yang mati tidak melalui penyembelihan syar’i. Hukumnya najis
berdasarkan kesepakatan para Ulama (ijma’).

f) Babi, (Q.S al-An’aam:145)

g) Daging hewan yang tidak halal dimakan. Pada saat perang Khaibar Nabi melarang memakan
daging keledai jinak dan menyuruh membersihkan periuk-periuk yang digunakan untuk merebus daging tersebut (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Anas).

BACA JUGA: Najis tak Terlihat, Begini Bersihkannya!

3) Najis Mugholladzhoh (najis berat),

Najis yang cara menghilangkannya adalah dengan mencuci bagian yang terkena najis 7 atau 8 kali dan salah satunya dengan tanah. Najis ini adalah najisnya jilatan anjing
(H.R Muslim).

Wallahu a’lam. []

SUMBER: FIQH BERSUCI DAN SHOLAT SESUAI TUNTUNAN NABI/Penulis:Abu Utsman Kharisman/Penerbit:Pustaka Hudaya



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas