Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Apa yang Telah Kausiapkan untuk Kehidupan Setelah Kematianmu?

0

Ketika engkau dilahirkan, engkau diadzani, namun tanpa dishalati…

Dan ketika engkau mati, engkau disholati (jenazahmu), namun tanpa adzan.

Ketika engkau dilahirkan (di dunia ini), engkau tidak tahu siapakah yang mengeluarkanmu dari dalam perut ibumu.

Demikian pula, ketika engkau mati, engkau tidak tahu siapakah yang akan memikul (jenazah)mu di atas pundak-pundak mereka.

Ketika engkau dilahirkan, engkau dimandikan dan dibersihkan.

Demikian pula, ketika engkau mati, engkau dimandikan dan dibersihkan.

Ketika engkau dilahirkan, kedua orang tuamu dan keluargamu merasa bergembira dengan (kelahiran)mu.

Namun, ketika engkau mati, kedua orang tuamu dan keluargamu menangisi (kematian)mu.

Wahai anak cucu Adam, engkau diciptakan dari tanah…

Maka, Maha Suci Allah yang telah menjadikanmu dikubur di dalam tanah (pula) sesudah kematianmu.

BACA JUGA: Ketika Kematian Mendatangi

Ketika engkau berada di dalam perut ibumu, engkau berada di tempat yang sangat sempit nan gelap gulita.

Dan ketika engkau mati, engkau berada di tempat yang sangat sempit nan gelap gulita pula (yakni di dalam liang kubur).

Ketika engkau dilahirkan, engkau ditutupi dengan kain (pakaian), agar orang-orang menutupi (tubuh dan aurat)mu.

Dan ketika engkau mati, engkau ditutupi dengan kain kafan, agar mereka menutupi (tubuh dan aurat)mu pula.

Ketika engkau dilahirkan dan telah menjadi dewasa, orang-orang bertanya kepadamu tentang ijazah (pendidikan)mu dan pengalaman/keahlianmu.

Loading...

Namun, ketika engkau mati, engkau tidak akan ditanya, selain tentang amalan shalihmu saja.

Oleh karena itu, bekal apa telah engkau siapkan untuk kehidupan setelah kematianmu?

 

Diterjemahkan oleh Abu Fawaz Asy-Syirboony dari kitab Kafaa Bil-Mauti Waa’izhon, karya DR. Badr Abdul Hamid Humaisah, hal.29.

Sumber: Mutiara Faedah



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas