Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ayah, Bagaimana Menyatukan Banyaknya Cinta di Hatimu?

0

Imam Ghazali juga menerangkan bahwa kata “Mahabbah” (kecintaan) berasal dari kata “Hubb” yang mempunyai asal kata “Habb” dan berarti biji atau inti. Sebagian ahli tasawuf menjelaskan bahwa hubb adalah awal sekaligus akhir dari perjalanan keberagamaan.

Mungkin banyak yang mengalami perbedaan dalam menjalankan syariat disebabkan perbedaan mazhab atau karena perbedaan ijtihad. Namun, rasa cinta kepada Allah Swt adalah kekuatan yang bisa menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut.

Ada satu kisah, sewaktu masih kecil, Husein (cucu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam) pernah bertanya kepada ayahnya, yaitu Ali bin Abi Thalib, ‘Apakah engkau mencintai Allah?”

BACA JUGA: Suami Udah Lupa Bilang Cinta?

Ayahnya menjawab, “Ya.”

Lalu Husein bertanya lagi, “Apakah engkau mencintai kakek dari Ibu?”

“Apakah engkau mencintai Ibuku?”

“Apakah engkau mencintaiku?”

Sementara itu ayahnya memberikan satu jawaban yang sama atas berbagai macam pertanyaan Husein kecil. “Ya”.

Husein masih polos. Ia sedikit kebingungan, lalu mengajukan pertanyaan yang sepertinya pertanyaan terakhir, “Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?”

BACA JUGA: Bukti Terbesar Mencintai Keluarga

“Anakku,” Ali selaku ayah berusaha memberikan jawaban yang tidak mengada-ngada, dengan kewibawaan di wajahnya ia menjelaskan penuh kelembutan. “pertanyaanmu hebat! Cintaku pada kekek dari ibumu (Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam), ibumu (Fatimah RA) dan cintaku kepada engkau adalah karena cintaku kepada Allah Swt.”

Penjelasan itu cukup membuat Husein kecil berpuas hati dan paham maksud dari ayahnya.

Karena sesungguhnya semua cinta itu merupakan cabang-cabang dari cinta yang utama yaitu cinta kepada Allah Swt. Setelah mendengarjawaban dari ayahnya itu, Husein jadi tersenyum mengerti. []

Sumber: Cintai Allah Sepenuh Hati/Karya: Abdullah Gymnastiar/Penerbit: Emqies/2014



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas