Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

0

Pernikahan adalah suatu perjanjian yang besar. Suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki-laki. Yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya.

Untuk hidup bersamanya dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya. Istri adalah suatu amanat bagi suami. Suami menjadi qowwam (pemimpin) bagi wanita.

Untuk itu pemimpin (qowwam) ini harus memenuhi 3 fungsi, yaitu mengarahkan istrinya, mengayomi istrinya, melindungi istrinya.

BACA JUGA: Tiga Hal Penting dalam Ikatan Pernikahan

Suatu penikahan yang merupakan suatu ibadah itu kuat sekali digoda oleh syaithan agar rumah tangganya karam.

Oleh karena itu, sangat-sangat penting bagi seorang suami untuk memahami tabiat wanita. Karena wanita itu bukan diciptakan dari baja yang bisa meleleh. Bukan pula dari batu yang bisa hancur berkeping-keping jadi kerikil.

Tetapi wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok. Yang jika diubah akan patah, namun jika tidak diubah akan tetap bengkok.

Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-pun tidak menyuruh lelaki untuk mengubahnya.

Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat, “Jagalah wanita-wanita itu. Pelan-pelan dan berlemah lembutlah pada wanita. Sehingga setelah memahami tabiatnya, kemudian memperlakukannya dengan ma’ruf, dengan sebaik-baiknya…”

Seperti dalam firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman. Tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa. Dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya. Terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah). Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak…” (QS. An-Nisaa (4): 19)

Pada saat seorang suami mendapati hal yang tidak disukainya dari seorang istri. Maka harus bersabar, dan berpikir baik-baik tentang firman Allah yang menyatakan, bahwa boleh jadi dalam keburukan istri kita itu terdapat kebaikan-kebaikan lainnya yang banyak.

Jangan sampai keburukan akhlak dari suami menyampaikan. Sang istri pada satu situasi dimana ia sangat menyesal dan berkata, “Andai aku tidak menikah dengannya.”

Padahal suatu pengandaian itu hanya akan membuka pintu syaithan.

Bersabar, jangan tergesa-gesa.

Setelah istri menunaikan kewajiban, penuhilah hak-haknya. Karena kalau tidak, dia akan mencari haknya di tempat lain.

Istri itu seperti wadah yang akan kekeringan, jika tidak terus diisi air. Karena, jika ia kekeringan, ia akan mencari di tempat lain yang bisa menghapus dahaganya. Ia akan mencari tempat curhat lain selain suaminya.

Loading...

Firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kau terhadap mereka. Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka). Maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taghabun (64): 14)

Hidup ini sangat singkat, jangan sampai di akhirat datang dengan keadaan tulang rusuk yang terjatuh.

BACA JUGA: Jika Begini, Istri Boleh Meminta Cerai

Wasiat untuk suami, “Jadilah manusia terbaik. Dimana manusia yang terbaik adalah yang terbaik kepada istri dan keluarganya…”

Wasiat untuk istri, “Jadilah wanita yang terbaik. Yang bila dipandang menyenangkan dan bila ditinggalkan menjaga kehormatan dan harta suami. Suami adalah Surga dan Nerakamu…”

Syarat kriteria seorang lelaki yang baik untuk dipilih menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menjadi suami ada 2, yaitu baik agamanya dan baik akhlaqnya. Tidak hanya salah satunya, namun harus keduanya. []

Sumber: Tausiyah Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline