Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Haruskah Memilih Resepsi yang Mewah?

0

Bagi sebagain besar orang, pernikahan merupakan hal yang sacral. Hanya sekali seumur hidup (jika tidak berniat menambah atau mengulang pernikahan). Sedangkan perayaan pernikahan itu sendiri beragam, mulai dari yang sederhana hingga sanagt mewah.

Pernikahan dengan paradigma mewah merupakan peluang bagi mereka yang memiliki usaha penyewaan untuk walimah sedangkan yang melaksana pernikahan tentu ini sangat merugikan.

Jika ditinjau dari sisi positif tentu sangat menginspirasi sebagian masyarakat yang akan mendesain pernikahan.

BACA JUGA: Berani Nikah di Bulan Muharram

Tetapi ditinjau dari perspektif sisi negatif tentu sangat tidak mendidik karena mengajari masyarakat untuk melaksanakan pernikahan dengan kemewahan dunia yang hanya dirasakan sebentar saja.

Bagi yang punya uang tentu hal seperti tidak masalah, wajar dan lumrah saja sedangkan bagi masyarakat tidak mampu ingin mengikuti pernikahan para artis tentu tidak masuk akal. Mendorong masyarakat untuk mendesain pesta bak para ratu dan raja.

Padahal dalam Islam pernikahan cukup disederhanakan tidak perlu berlebihan-lebihan yang penting rukun nikah terpenuhi, apalagi sampai memaksakan diri dengan menggadaikan harta, meminjam ke sana-sini termasuk pinjam dari bank demi sebuah pencitraan di tengah masyarakat.

Sebab apa?

Apabila di tengah masyarakat tidak melaksanakan pesta yang mewah, bisa-bisa mendapat label, merasa tidak enak dari masyarakat ataupun dari keluarga. Inilah bentuk kesalahpahaman masyarakat yang harus diluruskan oleh manusia beriman.

Bukan tidak dibenarkan melaksanakan syukuran pernikahan, sangat diperbolehkan akan tetapi lebih elok bentuk syukuran itu disederhanakan.

Tujuan resepsi bukan untuk menunjukkan diri bahwa kita mampu melaksanakan pesta pernikahan dengan kegemerlapan, membedakan si kaya dengan si miskin.

BACA JUGA: Ukhti, Ini Beberapa Manfaat dan Keutamaan Menikah

Karena tujuan utama dalam resepsi adalah meminta doa dari para tamu agar diberkahi menjadi keluarga sakinah mawaddah warrahmah.

Mungkin ini merupakan pilihan bagi yang akan menikah atau akan resepsi.

Silakan memilih yang sesuai dengan kesanggupan dan selera jangan memaksa apalagi sampai membebani keluarga. Lakukan resepsi dengan sederhana. Namun, sanagt disayangkan terkadang kekurangpahaman pihak mempelai lebih mementing pencitraan dibanding niat yang suci. []

SUMBER: DAKWATUNA

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline