Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bolehkah Wanita Menopose Buka Aurat

0

Pertanyaan:

Apakah wanita yang sudah tua atau menopose boleh melepas jilbabnya dan terlihat auratnya. Karena banyak ibu-ibu yang sudah berumur terlihat leher, lengan atau kakinya berdalih dengan firman Allah, “Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nur: 60)

BACA JUGA: Inilah Batasan Aurat Kepada Sesama Wanita

Jawab:

Sebelumnya perlu dibedakan antara dalil dan cara menyimpulkan dalil. Kita wajib meyakini keabsahan dalil dari al-qur’an, namun cara menyimpulkan dalil belum tentu benar.

Tugas orang yang hendak membuat kesimpulan hukum dari dalil, dia harus memastikan, dalilnya benar dan cara pendalilannya juga benar.

Merujuk pada keterangan ahlussunah merupakan salah satu upaya yang bisa kita lakukan.

Makna dari surah An-Nur ayat 60 ialah:

1. Perempuan tua yang telah berhenti (haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah.

Al-Qurthubi menukil perkataan Rabi’ah, “Rabi’ah mengatakan, “Mereka adalah para wanita yang jika kamu melihatnya, kamu merasa risih kepadanya karena sudah tua.” Abu Ubaidah mengatakan, ‘Diterjemahkan para wanita yang tidak bisa melahirkan anak. Tapi ini tidak sesuai, karena ada wanita yang tidak bisa melahirkan anak, sementara masih terlihat indah lelaki. Demikian keterangan al-Mahduwi.” (Tafsir al-Qurthubi, 12/309)

Maksudnya jika pemahaman menopose diataas ialah wanita yang tidak haid, ialah tidak benar. Karena apabila wanita masih di awal-awal usia menopose masih terlihat menarik.

Keterangan dari al-Qurthubi yang dmaksud wanita disini adalah wanita yang sama sekali tidak membuat lelaki tertarik, bahkan merasa risih jika melihatnya.

2. Pakaian boleh dilepaskan

Pada ayat di atas ada pernyataan, ‘mereka tidak berdosa untuk menanggalkan pakaian mereka’.

Lalu, pakaian apa yang dimaksdud?

Maksudnya ialah pakaian luar seperti abaya atau kain penutup luaran. Dan tidak bermaksud membuka aurat.

Loading...

Al-Alusi mengatakan, “Maksudnya adalah pakaian luaran, yang ketika dilepas tidak menyebabkan terbuka auratnya, seperti jilbab luar, kerudung luar, atau kain penutup yang berada di atas pakaian.” (Tafsir al-Alusi, 14/11)

BACA JUGA: Ustadz, Apakah Melihat Aurat Istri Membatalkan Wudhu?

Bahkan al-Jashas menegaskan bahwa ulama sepakat siapapun wanita tidak boleh membuka auratnya, baik tua maupun muda.

Al-Jashas mengatakan, “Tidak ada perbedaan diantara ulama bahwa rambut nenek-nenek tidak boleh diperlihatkan kepada lelaki yang bukan mahram, sebagaimana rambut wanita muda. Dan nenek-nenek yang shalat dengan kepala terbuka, shalatnya batal sebagaimana wanita muda.”

Lalu al-Jashas mengatakan, “Yang dibolehkan bagi nenek-nenek adalah melepaskan kerudung luar di depan lelaki lain, dengan tetap tertutup kepalanya. Dan dia boleh membuka wajah dan tangannya, karena tidak ada daya tarik lagi.” (Ahkam al-Quran, 5/196).

Allahu a’lam. []

SUMBER: KONSULTASI SYARIAH

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline