Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Membentuk Pribadi Anak yang Baik dengan Berdiskusi

0

Perbedaan pendapat tak jarang ditemui dalam sebuah rumah tangga. Baik itu antara suami istri ataupun orang tua dan anak. Diskusi antara suami dan istri sudah pantas dilakukan dan sering dijadikan sebagai jalan keluar dari setiap masalah.

Tetapi jarang orang tua yang mengajak anak-anaknya untuk berdiskusi. Terlalu meremehkan anak bukanlah hal yang baik. Meski mungkin, ada pandangan orang tua yang mengatakan jika anak kemarin tau apa dibandingkan orang tua.

BACA JUGA: Ukhti, Berikut 5 Tips Mendidik dan Menghadapi Anak Remaja (1)

Padahal tidak seperti itu. Untuk mencetak keluarga yang tentram, penuh rasa cinta dan kasih sayang (sakinah mawadah warohmah).

Terkadang anak lebih tau permasalahan yang sebenarnya daripada orang tua, namun gengsi yang terlalu besar menjadi penyebab orang tua menyepelekan anak. Itulah yang membuat anak merasa tidak dihargai oleh orang tua.

Terdapat kisah yang menunjukan bahwa terkadang pendapat dan pandangan anak lebih tepat dibandingkan orangtuanya. Ialah firman Allah SWT, “Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu. Maka Kami telah memberikan pemahaman kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat). Dan kepada masing-masing mereka, telah Kami berikan hikmah dan ilmu.” (QS. Al–Anbiya’ [21]: 78-79)

Nabi Sulaiman merupakan anak Nabi Daud. Namun, lihatlah bagaimana Allah letakan kebenaran saat itu berada pada putusan Nabi Sulaiman. Nabi Daud pun menerima pendapat puteranya itu dengan senang hati.

Tidak ada rasa gengsi, namun justru bangga terhadap putusan bijak yang diambil puteranya itu.

Hikmah yang mampu diterima saat orang tua meminta pendapat anaknya dalam suatu permasalahan adalah mengajarkan kepada anak bahwa keluarga tidak dibangun atas dasar kekuasaan dan tahta namun, lebih kepada pola diskusi dan saling menghargai.

BACA JUGA: 15 Sunnah Nabi yang Menambah Keharmonisan Rumah Tangga

Meski dalam konteks keluarga, suami adalah pemimpin (Qawwam) sebagaimana dinyatakan oleh Allah. Hanya saja pemimpin pun harus ingat, jika ia diatur oleh al-Qur’an dan as-Sunah.

Nilai baik lainnya yang didapat dari diskusi ialah, melatih anak tentang toleransi, menghargai orang lain, dan juga menekan serta mengendalikan ego. Selain itu musyawarah membuat anak berani mengeluarkan pendapatnya dengan benar dan tidak kasar, namun tetap berhati-hati. []

SUMBER: MUSLIMAH



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline