Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Anak Suka Menggigit? Kenapa dan Bagaimana Cara Menghentikannya?

0

Sebagian orang tua sudah paham sikap balita yang sedang aktif bermain dan menghadapi situasi yang tidak diduga. Seperti, ketika si anak sedang asik bermain tiba-tiba anak menggigit teman bermainnya. Sontak saja, bunda merasa kaget.

Segera memisahkan anak dan meminta maaf kepada orang tua teman anak, merupakan pilihan terbaik. Yang selanjutnya terjadi, ialah bunda merasa heran apa yang menyebabkan anak suka menggigit temannya, dan apa acara terbaik untuk menangani situasi ini?

BACA JUGA: Terbukti, 7 Cara Mendidik Anak Secara Islami

Ternyata, berdasarkan faktanya balita usia 1-3 tahun suka menggigit obyek terdekatnya. Mungkin, bukan hal aneh jika bunda sendiri jadi korban si anak. Namun, kebiasaan ini di usia 1-3 tahun masih tergolong normal. Tetapi, adapula pemicu lainnya, seperti berikut:

1. Anak membutuhkan perhatian

Merasa diacuhkan atau diabaikan merupakan hal yang mampu memicu kebiasaan ini terjadi. Pasalnya ia ingin tahu respon orang lain atas dari tindakannya. Apakah korbannya itu akan marah, tertawa, menangis atau kaget.

2. Rasa penasaran

Kebiasaan suka menggigit umumnya berasal dari rasa ingin tahu terhadap lingkungan sekitarnya dan insting mencari makanan. Ditambah dengan jangkauan gerak tubuh yang mulai berkembang pesat. Itulah mengapa ia lebih senang meraih sesuatu kedalam mulutnya karena ia mengiranya makanan.

3. Ungkapan rasa marah dan kesal

Karena bayi belum pandai dalam mengekspresikan emosi mereka, maka ketika mereka merasa kesal atau diabaikan, mereka akan menggigit sesuatu untuk berkomunikasi.

4. Solusi ketika merasakan sakit atau gatal

Ketika bayi tumbuh gigi, ia akan mencari cara untuk menghilangkan rasa sakit dan gatalnya. Bahkan tidak segan menggigit puting susu ibunya sendiri.

Lalu bagaimana cara mengahadapi anak yang suka menggigit?

Begini tips dan triknya. Saat bunda memergoki si kecil sedang menggigit temannya ataupun benda lainnya, jangan panik. Jangan memarahi ataupun meneriakinya.

Tetap tenang dan jauhkan anak dari benda ataupun korban atas prilakunya. Jika bunda memarahinya, si kecil akan frustasi hingga sulit ditangani.

Bunda harus menenangkannya dan memprlihatkan akibat dari perbuatannya, agar anak mengerti jika itu tidak baik. Hal ini membuat anak merenungkan atas perbuatannya.

Loading...

BACA JUGA: Peran Penting Ayah dalam Mengasuh Anak

Ajarkan pula pada anak, untuk meminta maaf kepada orang yang di gigitnya. Setelah itu biarkan ia main dengan temannya lagi.

Untuk menghentikan kebiasaan ini pada anak, bunda juga bisa membantunya dengan memberi pemahaman jika perilaku itu tidak baik. Bunda juga bisa mengajarkan anak untuk mengekspresikan keadaan dirinya, jika saat marah, kesal, sedih atau butuh perhatian. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas