Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Benarkah Cukup dengan Ibadah? (Bagian 2 Habis)

0

Hingga akhirnya, kakinya melangkah ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Syaqiq bertemu dengan Ibrahim bin Adham, yang sebelumnya ialah putra raja di Baikh, daerah tempat tinggalnya sendiri.

Pertemuannya dengan Syaqiq memberikan pencerahan, dan membuatnya berpikir jernih.

Diawali dengan percakapan yang cukup ringkas, Ibrahim berkata kepada Syaqiq, “Apakah yang menyebabkan kamu memutuskan untuk menempuh jalan ini?”

Maksud Ibrahim, mengapa Syaqiq memilih menjadi sufi yang zuhud. Ppadahal ia mengenal latar belakang Syaqiq dengan baik. Perubahan ini merupakan sesuatu yang luar biasa menurut Ibrahim.

BACA JUGA: Beribadah Selama 60 Tahun, Dikalahkan Zina Selama 6 Hari

Pertanyaan ini, menyebabkan Syaqiq menceritakan salah satu perjalanan hidupnya. Yang tak lain, pertemuan dengan seorang pendeta, hingga percakapannya dengan seorang budak dari majikan yang serba kecukupan.

Ibrahim memberi respon yang cukup baik, ia diam menunggu ceritanya selesai.

Syaqiq menceritakan jika ia melihat seekor burung yang sayapnya patah. Ia berkata, “Perhatikanlah dari jalan mana Allah akan memberikan rezeki pada burung itu?”

Syaqiq duduk jauh dari posisi burung itu, bersabar menunggu jawaban yang akan menghampirinya. Hingga akhirnya cukup lama ia melihat seekor burung lainnya menghampiri burung bersayap patah itu lalu memberikan makan padanya.

la berkata dalam hatinya, sesungguhnya Allah telah mendatangkan rezeki untuk burung yang bersayap patah ini, lewat burung yang sehat. Ini bukti jika Allah telah memperoleh bagian rezekinya. Itulah yang menjadi alasan mengapa syaqiq meninggalkan perniagaannya. Syaqiq mengakhiri ceritanya itu.

Mendengar penjelasan Syaqiq, Ibrahim menjelaskan. Saat Syaqiq melihat burung bersayap patah itu dibantu oleh burung yang sehat, mengapa ia tak memilih untuk menjadi burung yang sehat. Sehingga ia bisa membantu yang membutuhkan.

Ibrahim pula mengingatkan Syaqiq akan sabda Rasulullah SAW, yang mana tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah.

Syaqiq yang menyadari kekeliruannya tersentak kaget. Ia sadar jika hidup tidak cukup berserah diri dan pasrah saja, ia pun harus berusaha.

BACA JUGA: Seputar Rezeki

Perkataan Ibrahim menyadarkan Syaqiq akan kesalahannya. Sudah seharusnya ia melanjutkan perniagaan itu dengan tujuan beribadah dan membantu sesama. Juga tidak meninggalkan ibadahnya kepada Allah. Ia membagi waktunya untu kedua hal itu.

Ia pun meminta kepada Ibrahim agar mau membimbingnya ke jalan yang jauh lebih baik dan bermanfaat.

Loading...

Sumber: Kisah 25 Nabi dan Rasul dilengkapi Kisah Sahabat, Tabiin, Hikmah lslam, Rasulullah, wanita shalihah

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline