Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Di Mana Tempat Shalat Terbaik bagi Wanita?

0

Shalat berjamaah memang memiliki keduduan lebih tinggi dibandingkan shalat hanya seorang diri. Terlebih Shalat berjamaah memperkecil kemungkinan lupa rakaat shalat hanya karena hayalan yang tak jelas dari mana datangnya.

Tak jarang pula terkadang wanita pun ikut shalat berjamaah di masjid. Entah itu bersama suami, orangtuanya ataupun tak sengaja lewat dan kebetulan singgah di sana.

BACA JUGA: Batas Waktu Mengakhirkan Shalat Isya

Namun, meskipun masjid itu tempat yang paling nyaman untuk shalat, ternyata ada tempat shalat yang jauh lebih baik untuk wanita lho.

Dikisahkan oleh Ummu Humaid, istri Abu Humaid As-Saidi dia pernah datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh saya senang shalat bersamamu.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku tahu itu, dan shalatmu di bagian dalam rumahmu lebih baik bagimu daripada shalat di kamar depan. Shalatmu di kamar depan lebih baik bagimu daripada shalat di kediaman keluarga besarmu. Shalatmu di kediaman keluarga besarmu lebuh baik daripada shalat di masjid kaummu (perempuan), dan shalatmu di masjid kaummu lebuh baik dari shalat di masjidku.”

Menurut hadits yang diriwayatkan Ahmad ini , setelah bertemu dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, Ummu Humaid pun memerintahkan dibangunkan masjid dibagian rumahnya yang paling dalam dan paling gelap dan dia shalat disana hingga bertemu Allah (wafat). (HR. Ahmad).

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat seorang wanita di kamar khusus untuknya lebih afdhal daripada shalatnya di ruang tengah rumahnya. Shalat wanita di kamar kecilnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.) lebih utama dari shalatnya di kamarnya.” (HR. Abu Daud, no. 570. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat pengertian hadits ini dalam ‘Aun Al-Ma’bud, 2: 225).

Jadi intinya, larangan shalat di masjid bagi wanita ialah karena dikhawatirkannya menjadi fitnah. Bertemu dengan laki-laki yang bukan mahramnya dan perbuatan lain yang menimbulkan bahaya bagi wanita itu sendiri. Tapi, jika memang ingin shalat di masjid tidka mengapa. Tetap sah dan diperbolehkan, apalagi saat dalam perjalanan.

Dari Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar bahwasanya ‘Abdullah bin ‘Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا

“Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia.” (HR. Muslim, no. 442).

Dinyatakan pula oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 3457. Bahwa ada tiga syarat yang mesti dipenuhi ketika seorang wanita ingin shalat berjamaah di masjid: (1) menutup aurat, (2) tidak memakai minyak wangi, (3) harus mendapatkan izin suami.

Penjelasan logis atas tiga syarat diatas ialah, pertama jika wanita tidak meutup auratnya saat keluar rumah sudah tentu itu tidak boleh dan suatu kesalahan besar. Kedua, jikalau wanita itu memakai minyak wangi saat keluar rumah dan tercium wanginya oleh laki-laki yang bukan mahramnya, maka sama halnya ia seorang pelacur.

BACA JUGA: Kapan Wanita Mulai Shalat Dzuhur di Hari Jumat?

Dari Abu Musa Al-Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Loading...

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, no. 5126; Tirmidzi, no. 2786; Ahmad, 4: 413. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Maksudnya wanita semacam itu akan membangkitkan syahwat pria yang mencium bau wanginya. (Lihat Tuhfah Al-Ahwadzi, 8: 74)

Sementara untuk syarat yang ketiga, wanita harus mendapat izin dari suami. Sudah jelas, meskipun wanita ini ingin menjalankan kewajibannya (shalat), tetapi melaksanakan shalat di masjid tidaklah wajib. Pasalnya, mematuhi ucapan suami selama tidak melanggar syariat itu hukumnya wajib. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas