Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

ASI Adalah Ungkapan Kasih Sayang dari Allah

0

Orang akan mengira jika peran ASI hanya sebagai asupan pertama bagi bayi. Namun ternyata, ASI adalah ungkapan kasih sayang dari Allah sekaligus anugerah yang luar biasa terhadap setiap bayi yang terlahir ke muka bumi.

Terdapat pula salah satu ayat yang bunyinya, “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusayaawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)

BACA JUGA: 4 Tips Menghentikan Pemberian ASI

Adapun hikmah ayat yang terkandung dalam ayat Alqur’an tersebut ialah, setidaknya menekankan bahwa peran ASI sangat penting.

Meski masih banyak perbedaan pendapat terkait wajib dan tidaknya menyusui. Tapi, alangkah baiknya sudah sepatutnya bagi seorang muslim menghormati ayat-ayat Allah tersebut. Terlepas bagaimana hukum menyusui.

Dalam ayat itu pula disinggung tentang peran sang ayah, untuk mencukupi sandang dan pangan si ibu. Ini bertujuan agar si ibu dapat menuyusi dengan baik. Sampai di sini sudah jelas bukan jika menyusui adala kerja tim.

Untuk menyapih anak sebelum waktu dua tahun, harus dilakukan dengan persetujuan bersama antara suami isteri dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi si bayi. Didasarkan pada penghormatan kepada perintah Allah dan pelaksanaan hukum-Nya, itulah yang harus menjadi inspirasi utama dari pengambilan keputusan ini.

Sama halnya apabila jika seorang ibu tidak bisa menyusui, dan diputuskan untuk menyusukan bayinya pada wanita lain. Dengan tujuan hak si kecil untuk mendapat ASI tetap tertunaikan.

Faktanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan serangkaian ayat yang membicarakan tentang peraturan rumah tangga.

Salah satunya membicarakan hukum-hukum tentang perceraian yang bertujuan melindungi hak bayi saat hubungan pernikahan orang tuanya dalam keadaan kritis dan berpotensi mengancam kepentingan si bayi.

Oleh karena itu, permulaan ayat ini berlaku secara umum. Baik orangtua yang bercerai ataupun tidak.

Karena dalam keadaan sedarurat apapun, ASI tetap harus diberikan hak-hak khusus yang harus ditetapkan bagi seorang isteri yang diceraikan oleh suaminya sebagai ganti dari menyusui anak-anak mereka.

Sekalipun sang suami sudah meninggal, para pewarisnya wajib memperhatikan pemenuhan hak-hak yang diprioritaskan untuk menjaga agar anak tetap mendapatkan hak ASI-nya.

BACA JUGA: ASI atau Susu Formula?

“Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musayaawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.” (Q.S At THalaq:6)

SUMBER: PARENTING ISLAMI



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas