Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Untuk Anak Perempuan, Ini Pesan dari Amamah bin Harits

0

Islam sangat memuliakan perempuan, maka sangat disayangkan apabila seorang permpuan tidak mampu menjaga kesuciannya. Padahal segala keutamaan berada dalam dirinya.

Aisyah r.a. pernah berkata, ” Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.”

BACA JUGA: Bolehkah Wanita Tilawah di Khalayak Ramai?

Menurut dari kisah, saat itu Amamah bin Harits berpesan kepada anak perempuannya saat akan membawanya kepada calon suaminya. Tentu saja ini merupakan ungkapan kasih sayang orangtua terhadap putrinya. Romantis bukan?

Apa yang membuatnya berpesan tentang suatu hal? Lalu, apa pesan Amamah bin Harits?

Ia berkata, “Wahai anak perempuanku! Bahwasanya jika wasiat ditinggalkan karena suatu keistimewaan atau keturunan maka aku menjauh darimu. Akan tetapi wasiat merupakan pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal.”

Bagaimana jelas bukan dari kalimat awal saja Amamah bin Harits menegaskan jika wasiatnya berupa peringatan untuk orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal. Maka, meskipun saat itu Amamah bin Harits hanya berkata kepada putrinya dan bukan kepada para wanita di masa kini.

Alangkah baiknya, bagi Muslimah mengambil ibroh dari wasiatnya ini.

Lanjutnya, “Wahai anak perempuanku! Jika seorang perempuan merasa cukup terhadap suami lantaran kekayaan kedua orang tuanya dan hajat kedua orang tua kepadanya, maka aku adalah orang yang paling merasa cukup dari semua itu. Akan tetapi perempuan diciptakan untuk laki-laki dan laki-laki diciptakan untuk perempuan. Oleh karena itu, wahai anak perempuanku! Jagalah sepuluh perkara ini.”

Sepuluh perkara yang diberikan Amamah bin Harits kepada putrinya, menurut penulis ialah wasiat yang sepantasnya di tujukan pula untuk semua para Muslimah.

Maka, ia menjabarkan, “Pertama dan kedua, perlakuan (suami) dengan sifat qana’ah dan mu’asyarah melalui perhatian yang baik dan ta’at, karena pada qan’aah terdapat kebahagiaan qalbu, dan pada ketaatan terdapat keridhaan Tuhan.

“Ketiga dan keempat, buatlah janji dihadapannya dan beritrospeksilah dihadapannya. Jangan sampai ia memandang jelek dirimu, dan jangan sampai ia mencium darimu kecuali wewangian.

“Kelima dan keenam, perhatikanlah waktu makan dan tenangkanlah ia tatkala tidur, karena panas kelaparan sangat menjengkelkan dan gangguan tidur menjengkelkan.

BACA JUGA: Di Mana Tempat Shalat Terbaik bagi Wanita?

“Ketujuh dan kedelapan, jagalah harta dan keluarganya. Dikarenakan kekuasaan dalam harta artinya pengaturan keuangan yang bagus, dan kekuasaan dalam keluarga artinya perlakuan yang baik.

“Kesembilan dan kesepuluh, jangan engkau sebarluaskan rahasianya, serta jangan engkau langgar peraturannya. Jika engkau menyebarluaskan rahasianya berarti engkau tidak menjaga kehormatannya. Jika engkau melanggar perintahnya berarti engkau merobek dadanya.” []

Loading...

SUMBER: SHAHIHFIQIH



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas