Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Hati-hati, untuk Pelaku Bullying Dapatkan Hukuman di Akhirat

0

Banyak dalil yang jelas-jelas melarang kita untuk saling mendzalimi. Baik itu dzalim secara fisik, dzalim lisan, maupun dzalim perasaan. Namun, sayangnya di masyarakat kita hal itu sudah dianggap lumrah.

Bulying. Itu sebutannya di masyarakat luas. Menghina orang lain di depan umum, agar dia menjadi bahan tertawaan. Anehnya bagi sebagian orang, bisa membully itu prestasi. Entah apa yang ada dipikiran dan hatinya.

BACA JUGA: Akibat Berbuat Dzalim

Korban bullying pasti sakit hati. Dia sangat geram, namun tidak ada kemampuan untuk membalas. Diam dan menangis yang bisa ia lakukan. Meski terdzalimi, tapis semua justru menertawakannya.

Ingatan yang kuat terhadap perilaku yang tak baik itu bisa menjadi salah satu faktor masalah di masa yang akan datang. Atau mungkin korban ini tidak akan mampu membalas di dunia, tapi akan menuntutnya di akhirat.

1 Bullying Ialah Tradisi Dzalim

Bullying Ialah Tradisi Dzalim
bulying Foto: Merdeka

Perlu diyakini, bahwa Allah tidak akan pernah melupakan tindakan kedzaliman antar-sesama hamba-Nya. Dalam firman Allah,

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

“Janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak karena melihat siksa. (QS. Ibrahim: 42).

Meski kita lupa akan kedzaliman apa yang pernah dilakukan, tapi Allah selalu menghitungnya. Apabila tidak selesai di dunia, berlanjut sampai akhirat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah bercerita tentang orang yang bangkrut.

Beliau bersabda, “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”

Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di tengah-tengah kita adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

“Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat nanti dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, (namun) ia telah menghina si A, menuduh berzina si B, memakan harta si C, menumpahkan darah si D, dan memukul si E. Maka si A diberi pahala kebaikannya dan si B, si C… diberi pahala kebaikannya. Apabila amal kebaikannya habis sebelum terbayar (semua) kedzalimannya, dosa-dosa mereka yang dizalimi itu diambil lalu dilemparkan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim 2581)

2 Tidak Ada Hijab untuk Doa yang Menghampirinya

Tidak Ada Hijab untuk Doa yang Menghampirinya
bulying Foto: Dokter Sehat

BACA JUGA: Bolehkah Mendoakan “Semoga Kau Celaka”

Sudah menjadi rahasia umum jika orang yang didzalimi doanya sangat mustajab. Hingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Takutlah kalian terhadap doanya orang yang didzalimi. Karena tidak ada tabir antar dia dengan Allah.” (HR. Bukhari 2448).

Karena itulah, dulu para ulama sampai ketakutan apabila ia merasa atau telah mendzalimi orang lain. Membully juga bisa menjadi dosa yang tidak disadari, meskipun kita menganggapnya membahgiakan atau candaan. []

SUMBER: KONSULTASI SYARIAH



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas