Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Teguran Bagi Istri yang Sering Menuntut Kehidupan Mewah

0

Ketika seorang pria berjanji siap mengarungi kehidupan rumah tangga dan kemudian janji tersebut dibuktikan dengan adanya ijab qobul. Maka sudah jelas terlihat bahwa pria tersebut telah siap dengan segala konsekuensi yang harus dipikulnya. Salah satunya dalam hal menafkahi keluarga (istri dan anak).

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang cukup dikatakan berdosa jika ia melalaikan orang yang ia wajib beri nafkah.” (HR. Abu Daud : 1692).

Ketika suami melalaikan tanggung jawabnya, tetapi masih memiliki harta lain istri boleh mengambil secukupnya.

Dari Aisyah RA, bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu”. Maka beliau bersabda: “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut,” (HR Bukhari : 5364 dan Muslim : 1714).

BACA JUGA: Suami Shalih Takkan Menghinakan dan Merendahkan Istrinya

Berdasarkan riwayat tersebut, istri berhak atas harta suami hanya secukupnya. Maka, untuk tuntutan nafkah pun tidak yang berlebihan. Bukan untuk gaya hidup mewah, tapi hidup sesuai kebutuhan.

Tidak menafkasi dengan menafkahi sedikit (namun usaha telah maksimal) itu memiliki perbedaan. Jangan sampai suami yang telah bersusah payah berikhtiar mencari nafkah namun yang dibawa pulang tidak sesuai keinginan sang istri, itu dikatakan tidak menafkahi. Itu salah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya,” QS : Ath-Thalaq : 7).

Bagi para istri yang menuntut suami untuk dapat memenuhi gaya hidup mewah dan berlebihan, Allah SWT menegur lewat surat Al-Baqarah ayat 228.

BACA JUGA: Istri Enggan Tinggal Bersama Suami yang Sakit, Bagaimana?

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban menurut cara yang ma’ruf,” (QS : Al-Baqarah : 228).

Jangan menuntut segala sesuatu di luar kemampuang sang suami. Selama suami masih mau berikhtiar dengan cara yang baik, walaupun hasil yang di dapat tidak terlalu besar. Maka berlapang dadalah dan terus beri dukungan pada sang suami. Agar suami selalu merasakan ketenangan saat berikhtiar mencari rezeki. []

SUMBER: BAGIKAN DAKWAH



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas