Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Haruskah Muslimah Memakai Kaos Kaki?

0

Islam memang sangat memuliakan wanita. Maka tak heran, jika aurat wanita pun seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah.

Terdapat hadis dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan, “Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun memalingkan pandangan darinya dan bersabda,

BACA JUGA: Wanita Berilmu dan Shalehah, Ini Dia

“Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud 4106 dan dishahihkan al-Albani).

Sekarang, untuk mengurangi kemungkinan terlihatnya aurat dari pergelangan tangan, para Muslimah pun berbondong-bondong mengenakan manset.

Nah, sekarang yang menjadi bahasan, ketika Muslimah memakai kaos kaki. Apakah kaus kaki perlu dikenakan?

Disebutkan dalam hadis dari Ummu Salamah radhiallahu’anha tentang isbal (pakaian yang melebihi mata kaki), “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersabda mengenai masalah menjulurkan ujung pakaian, aku bertanya kepada beliau, ‘wahai Rasulullah bagaimana dengan kami (kaum wanita)?’. Nabi menjawab: ‘julurkanlah sejengkal‘. Lalu Ummu Salamah bertanya lagi: ‘kalau begitu kedua qadam (bagian bawah kaki) akan terlihat?’. Nabi bersabda: ‘kalau begitu julurkanlah sehasta‘. (HR. Ahmad 6/295, Abu Ya’la dalam As Sanad 1/325, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 1/828)

Terdapat juga dalam hadis dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apakah wanita boleh shalat dengan jubah dan jilbab, tanpa memakai sarung bawahan?”

Jawab beliau,“Boleh, jika jubah yang dia pakai menjulur ke bawah menutupi kedua kakinya.” (HR. Abu Daud 640 dan ad-Daruquthni 1806).

Hadis ini pun dijadikan dalil oleh Jumhur ulama untuk menyatakan bahwa kaki termasuk aurat. Bahkan, Ibnu Qudamah mengatakan, dalil tentang wajibnya menutup kaki adalah hadis dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau bertanya, “Ya Rasulullah, bolehkah wanita shalat dengan jubah dan jilbab, tanpa memakai sarung bawahan?”… dst, riwayat Abu Daud.

Kemudian Ibnu Qudamah juga menyebutkan hadis tentang isbal.

Lalu beliau mengatakan, ini menunjukkan wajibnya menutup kedua kaki, karena kaki termasuk anggota badan yang tidak wajib dibuka ketika ihram. Sehingga tidak boleh dibuka ketika shalat, sebagaimana betis. (al-Mughni, 1/671)

BACA JUGA: Pahami 6 Kriteria Muslimah Sejati Ini

Maksud alasan yang disampaikan Ibnu Qudamah, “tidak wajib dibuka ketika ihram” karena yang wajib dibuka ketika ihram berarti bukan aurat.

Sementara itu, untuk menjawab kaus kaki wajib atau tidak. Bisa disimpulkan jika ada gamis yang mampu menjamin setiap langkahan kaki kita tidak akan terlihat aurat itu, maka boleh. Tapi, dengan catatan ada Batasan pula dalam memanjangkan gamis, agar tidak nampak sombong. Namun, apabila tidak mampu menjamin itu, maka sah sah saja mengenakan kaus kaki.

Wallahu a’lam bish shawab. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline

Lewat ke baris perkakas