Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Secara Medis dan Pandangan Islam, Ini Kerugian Tidak Menutup Aurat

0

Pakaian merupakan penghias bagi manusia. Namun, sayang sekali sekarang tingkat kesopanan sudah merosot. Banyak orang yang tak menghiraukan jika auratnya terlihat. Bahkan tak jarang juga mereka malah berbangga hati memperlihatkan auratnya.

Menutup aurat ini tidak hanya diwajibkan untuk Muslimah, namun memang untuk seluruh umat islam. Allâh SWT berfirman, “Wahai anak cucu Adam, pakailah perhiasan kalian pada setiap (memasuki) masjid!” (al-A’râf :31)

BACA JUGA: Batas Usia Anak Melihat Aurat Orang Tua

Adapun yang dimaksud dengan ‘perhiasan’ dalam ayat ini adalah pakaian yang menutupi aurat, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu, Mujâhid rahimahullah dan yang lainnya.

Oleh karena itu, setan selalu menggoda manusia agar menanggalkan pakaian, penutup auratnya, sementara Allâh SWT selalu mewanti-wanti agar manusia tidak tertipu dengan godaan syaitan.

Adapula dengan firman-Nya dalam surah Al-A’raf ayat 27, “Wahai anak cucu Adam! Janganlah kalian tertipu oleh setan! sebagaimana dia telah mengeluarkan ibu bapak kalian dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya.”

Dari keterangan diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa Islam memerintahkan menutup aurat, dan melarang mengumbarnya. Dan yang perlu dicamkan yaitu tidaklah Islam memerintahkan sesuatu melainkan pasti ada pengaruh bahaya apabila perintah itu ditinggalkan dan dilanggar.

Secara medis, ada beberapa bahaya yang ditimbulkan akibat tidak menutup aurat yaitu sebagai berikut:

1 1. Menyebabkan Kanker Kulit Melanoma

Diungkapkan oleh sebuah majalah kesehatan dari Inggris bahwa kanker mematikan ‘melanoma’ yang merupakan jenis kanker yang dulu paling jarang ditemukan. Namun, sekarang jumlahnya terus bertambah di kalangan pemudi pada usia dini.

Sebab utamanya adalah pakaian-pakaian mini yang menjadikan para wanita terpapar oleh radiasi matahari dalam waktu panjang selama bertahun-tahun dan stoking yang tranparan tidak dapat melindungi kulit dari terkena kanker ini.

2 2. Dapat Menyeret Pelakunya Semakin Jauh Dari Syariat dan Akhlak

Mengumbar aurat merupakan dorongan dan tuntutan hawa nafsu, ini merupakan keniscayaan yang tidak dapat dielakkan.

Semakin dituruti, nafsu itu akan semakin menuntut lebih dari sebelumnya. Berawal dari suka memamerkan wajah, lalu rambut, lalu leher, lalu pundak dan seterusnya, hingga akhirnya orang tersebut akan menanggalkan syariat dan akhlaknya, bersamaan dengan ditanggalkannya pakaiannya.

3 3. Hilangnya Rasa Malu dari Pengumbar Aurat

Rasa malu itu merupakan suatu fitrah, namun karena hawa nafsu yang kuat sehingga rasa malu pun sirna. Sebenarnya hilangnya rasa malu merupakan kerugian yang sangat besar. Sebab rasa malu merupakan kebaikan yang agung dan bagian dari keimanan.

Seperti sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

“Malu itu semuanya baik.”

“Rasa malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan.”

“Dan rasa malu merupakan cabang dari iman.”

4 4. Diperbudak Oleh Nafsunya

Mengapa demikian? Sebab dengan mengumbar aurat akan menuntut pelakunya untuk memberikan perlindungan ekstra untuk kulitnya. Belum lagi perawatan kulit lainnya. Jika sampai tidak dituruti maka yang terjadi pada kulitnya ialah kerusakan.

Padahal apabila menuruti perintah Allah SWT untuk menutup aurat, akan banyak kenikmatan yang di dapatkan.

5 5. Menjadikannya Sibukkan Oleh Syahwat Farji

Hal Ini merupakan dampak yang paling terlihat dan terasa di zaman sekarang ini. Ketika banyaknya orang yang mengumbar aurat di tengah-tengah mereka, itu berdampak langsung pada sibuknya mereka oleh nafsu syahwatnya.

Menurunnya moral ini tentu berpengaruh buruk pada keamanan masyarakat. Pasalnya tak jarang banyak orangtua yang khawatir terhadap kehormatan putri-putrinya.

Adapula bahaya pamer aurat yang diterangkan dalam nash-nash syariat. Banyak sekali ancaman bagi para pengumbar aurat dalam al-Qur’ân dan Sunnah, diantaranya:

a. Pengumbar aurat akan mendapatkan adzab yang pedih di dunia dan di akhirat, sebab mereka menjadi sebab utama tersebarnya perbuatan keji zina.

Allâh Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang menginginkan tersebarnya perbuatan keji di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat.” (an-Nûr/24:19)

b. Pengumbar aurat tidak masuk surga, bahkan tidak akan mencium wanginya surga, seperti sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

BACA JUGA: Arti Aurat Bagi Calon Penghuni Syurga

Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, (yang pertama): Kaum yang memiliki cambuk-cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukuli orang-orang. Dan (yang kedua): Para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menggoda dan jalannya berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Para wanita itu tidak masuk surga, bahkan tidak mencium wanginya surga padahal wanginya bisa tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.”

c. Mengumbar aurat termasuk perbuatan yang mendatangkan laknat, dan itu termasuk kedalam ciri dosa besar. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Akan ada di akhir umatku, para wanita yang berpakaian tapi telanjang, di kepala mereka ada seperti punuk unta, laknatlah mereka karena mereka itu terlaknat!”

d. Mengumbar aurat pun merupakan tindakan pamer maksiat, padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Seluruh umatku diampuni (dosanya), kecuali mereka yang pamer dalam melakukannya.” []

SUMBER: DALAM ISLAM



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline