Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Wanita Rela Melepas Jilbab Demi Pacar?

0

Rela melepas jilbab demi pacar. Entah apa yang ada dipikiran kalian saat perkataan itu kalian baca. Satu hal yang pasti, ini membuktikan dengan sangat jelas. Apabila awal yang tidak baik hanya akan menambah perilaku buruk lainnya.

Sekarang kita bahas satu persatu. Seperti yang sudah diketahui, apabila Allah melarang kita untuk mendekati zina. Seperti yang tertuang di dalam surah Al-Isra ayat 32, “

BACA JUGA: Hukum Pacaran dalam Islam dan Dampaknya

Dan semua orang yang paham terhadap hal ini pun sepakat jika akibat pacaran itu ialah mendekatkan diri pada zina, bahkan menjadi pintu zina yang sebenar-benarnya. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi jika hal itu benar.

Sampai di sini, dapat disimpulkan jika pacaran itu dosa. Permasalahan yang kedua ialah, membuka aurat.

Dalam surah An-Nisa ayat 23, “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kita pun tidak boleh membuka aurat kepada yang bukan mahram. Siapa saja mahram kita? Sudah di jelaskan di dalam surah An-Nisa ayat 23 yang dijelaskan di atas.

BACA JUGA: Anak Pacaran, Orang Tua yang Berdosa?

Sejauh ini sudah terlihat kesimpulannya. Pertama, pacaran itu dosa, membuka aurat pula dosa. Maka, melakukan hal tersebut ialah dosa besar. Ada baiknya segera bertaubat kepada Allah. Senantiasa mendekatkan diri dan belajar mencintai Sang Pencipta daripada makhluknya.

Serta belajar pula untuk tidak berharap kepada makhluk Allah, karena itu hanya menyakitkan. Meninggalkan atau tetap bertahan dengan pacar bukanlah sebuah pilihan. Tapi sebuah keharusan dimana kita harus menjauhkan diri dari perbuatan maksiat (pacaran). []



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline