Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bolehkah Tanyakan Masa Lalu pada Pasangan?

0

Setelah menikah, seorang pria dan wanita memiliki hak dan kewajiban sebagai suami istri yang harus ditunaikan. Adapun dalam masalah saling melengkapi, saling menutup aib dan saling menjaga fisik maupun perasaan pasangan itupun bagian dari di dalamnya.

Islam menganjurkan agar masing-masing individu merahasiakan setiap dosa dan kesa|ahan yang dia lakukan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan,” (HR. Malik dalam A|Muwatha’, no. 1508).

BACA JUGA: Haramkah Menikah dengan Sepupu?

Islam menganjurkan agar setiap muslim berusaha menutupi dan merahasiakan aib saudarannya. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,, “Siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari-cari aibnya. Dan siapa yang Allah cari aibnya. akan Allah permalukan meskipun dia berada di dalam rumahnya,” (HR. Turmudzi)

Islam tidak pernah mengajarkan tradisi buka-bukaan. Islam juga tidak menganjurkan agar calon pasangan suami istri untuk saling menceritakan masa Ialunya. Yang akan menghisab amal istri bukan suami, demikian pula istri tidak bisa menghisab amal yang pernah dikerjakan suaminya.

Masa silam sudah berlalu. Baik suami istri jujur maupun bungkam tidak menceritakan, kejadian itu takkan bisa dihapus. Justru cerita yang anda dengar. akan menyayat hati anda sebagai pasangannya.

Masa silam bisa dijadikan pertimbangan sebelum para calon ini naik ke pelaminan :

1. Jika calon suami bersedia menerima calon istri dengan semua Iatar belakangnya, dan masing-masing menunjukkan perubahan untuk menjadi baik, bisa dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Tugas dia selanjutnya, lupakan masa silam masing-masing, dan jangan Iagi diungkit.

BACA JUGA: Muslimah, Ingat yah Menikah itu Ibadah

2. Jika calon suami masih keberatan menerima latar belakang calon istrinya, atau selalu dibayangbayangi kesedihan, atau kepercayaan kepada calon istri belum bisa tertanam, sangat disarankan agar tidak dilanjutkan, dari pada kebahagiaan keluarga harus tersandra dengan kecurigaan. []

SUMBER CHANNEL MUSLIM



Artikel Terkait :
Loading...
Anda mungkin juga berminat
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline