Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Hukum Candaan “Seberapa Greget Elo?” dalam Islam

0

Kaum Saat ini tren dari kaum muda cukup sedikit berbahaya. Apa itu? Terlihatnya memang hanya sebuah candaan. Lalu kenapa berbahaya? Sebab mengandung unsur berbohong (dusta).

Pasti banyak yang pernah mendengar suatu hadis yang merupakan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud no. 4990 dan Tirmidzi no. 3315. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

BACA JUGA: Hati-hati dalam Menjaga Hati

Mengapa dikatakan berdusta atau berbohong? Ya mengarang cerita merupakan suatu dusta bukan.

Seberapa gregetnya elo
Seberapa gregetnya elo1 Foto: Kaskus
Seberapa gregetnya elo1
Seberapa gregetnya elo Foto: pulsk

 

Contoh di atas merupakan candaan yang mengandung kebohongan. Apabila cara bercanda yang sama namun tanpa adanya unsur kebohongan maka tidak mengapa.

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku juga bercanda namun aku tetap berkata yang benar.” (HR. Thobroni dalam Al Kabir 12: 391. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih dalam Shahih Al Jaami’ no. 2494).

Maka, ada baiknya bercanda dengan berdusta itu ditinggalkan. Sebab Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjamin rumah di surga bagi mereka yang meninggalkan berkata dusta walaupun dalam hal bercanda.

BACA JUGA: Wahai Ibu, Janganlah Jadi Seorang Pendusta

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meningalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.” [HR. Abu Dawud, no. 4800; shahih]

Ibnu Ma’sud berkata, ‘Berbohong itu tidak layak baik dalam keadaan serius maupun bercanda’. Apabila dalam candaan menimbulkan permusuhan di antara manusia dan menimbulkan madharat dalam agama, maka lebih diharamkan lagi. Pelakunya berhak mendapatkan hukuman yang bisa membuat jera.” (Majmu’ Al-Fatawa 32/256) []

SUMBER: MUSLIM



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline