Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Bayi Baru Lahir, Tahniklah …

0

Mentahnik adalah mengunyah sesuatu lalu meletakan dan mengusap-usapkan kunyahan itu di mulut bayi. Hal ini dilakukan agar bayi mau makan dan membuatnya kuat. [1]

Namun, mentahnik yang dimaksudkan disini adalah mentahnik bayi yang baru lahir yang disyariatkan oleh Allah melalui petunjuk Rasul-Nya dengan cara menyuapinya sedikit buah kurma yang sudah dikunyah dan dibasahi.

Selain sunnah yang dianjurkan, mentahnik juga akan membuat bayi merasa tenang dan aman atas kelangsungan makanannya. Ia akan merasa mendapatkan perhatian, terlebih lagi buah kurma yang diberikan kepadanya dikunyah terlebih dahulu, sehingga meningkatkan kadar gula yang disukai olehnya.

Dalam tuntunan ini terkandung pengertian melatih sang bayi agar nanti terbiasa mengkonsumsi makanan barunya yang ia sedot dengan mulutnya agar ia terbiasa.

Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi SAW sering didatangi para orang tua yang membawa bayinya untuk dimintakan berkah dan tahnik. [2]

Dalam Ash-Shahihain disebutkan bahwa Asma’ r.a. mendatangi Rasulullah sambil membawa bayinya. Ia bercerita,”Rasulullah mentahniknya dengan kurma lalu mendoakan dan memintakan berkah untuknya.” Keterangan dalam hadis ini menjelaskan anjuran membawa bayi yang baru lahir ke orang saleh agar mendapatkan doa mereka.

Masih dalam kitab Ash-Shahihhain, diriwayatkan bahwa Anas bercerita,”Ketika Ummu Sulaim melahirkan bayi laki-laki, dia menyerahkan kepadaku untuk dibawa kepada Nabi SAW. Aku membawa kurma dan membawa bayi itu kepada Rasulullah yang saat itu mengenakan baju abaya. Beliau bertanya,”Apakah kamu membawa kurma?” Aku menjawab,”Ya.” Selanjutnya beliau mengambil beberapa butir kurma, mengunyah dengan mulutnya, dan mebasahinya dengan ludah. Kemudian beliau membuka mulut si bayi dan menyuapkan buah kurma itu ke mulutnya. Bayi itu mengisap-isapnya dengan senang, sehingga Rasulullah bersabda,”Kesukaan orang-orang Anshar adalah buah kurma.” Usai mentahnik, Nabi SAW memberinya nama Abdullah dan setelah anak itu tumbuh menjadi besar ternyata tiada seorang pemuda pun di kalangan Anshar yang lebih baik daripada dirinya.

Sehingga dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa adab mentahnik bayi ada tiga tahap yakni:

1. Sepotong kurma

2. Dikunyah-kunyah seperlunya.

3. Buka mulut bayi, dan suapkan kurma tersebut sambil digosok-gosok di langit-langit mulut bayi. []

Referensi:

[1] Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-‘Asqalani: VI/588

[2] HR. Muslim, kitabul Adab, no. 4000

Sumber: Syaikh Jamal Abdurrahman. Islamic Parenting Pendidikan Anak Metode Nabi. Solo: PT Aqwam Media Profetika



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline