Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Anak Merajuk, Ini Cara Mengatasinya

0

Merajuk merupakan salah satu hal yang sering dilakukan seorang anak ketika menginginkan sesuatu. Hal ini mungkin akan menjadi beban tersendiri bagi para orangtua, khususnya bagi ibu. Pasalnya, kebanyakan orangtua tidak mengetahui apa yang sebenarnya anak inginkan terutama bagi yang masih balita.

Salah satu bentuk rajukan anak adalah menangis, apalagi bila anak tergolong bayi dan balita. Untuk mengatasi tangisan tersebut ada beberapa hal yang dilakukan oleh Bannasari, ibu satu putri usia 10 bulan, Ma’had al-Hikmah, Jl. Bangka III A Jakarta Selatan, yaitu:

1. Menangis tidak identik dengan rewel, satu hal yang harus diingat orangtua bahwa tangisan anak merupakan satu-satunya cara ia mengungkapkan ketidaknyamanan yang dirasakan. Menganggapnya sedang mengutarakan keinginan ketika anak sedang menangis dan berusaha memahami maksud tangisannya akan memperpendek tangisannya dan membuat kita cepat memahami keinginannya. Terburu-buru menyatakan anak rewel karena tangisannya hanya akan membuat komunikasi dengannya tidak terjalin dengan baik.

2. Membedakan jenis tangis dan memenuhi kebutuhan anak. Sejak lahir anak sudah dikaruniai berbagai kebutuhan dasar seperti: makan, minum, kehangatan dan kenyamanan. Tangis anak ketika lapar berbeda dengan tangisnya karena mengantuk. Kenalilah anak Anda dan perhatikan apa yang dibutuhkannya.

3. Jangan membiarkan anak menangis terlalu lama. Jika anak menangis segera cari sebab tangisannya dan jangan biarkan ia berlama-lama menangis. Terkadang hanya perlu sedikit pelukan dan ciuman dari kita untuk kenyamanan hatinya, berikan apa yang dibutuhkan dan biarkan ia kembali bermain.

4. Jangan membuat anak ketakutan dan hindari hal-hal yang membuatnya terkejut. Menakut-nakuti anak atau sering membuatnya terkejut dengan berteriak misalnya, akan membuat anak mudah cemas dan gelisah karenanya membuat dia menangis dan rewel.

5. Bersikaplah tenang dan tunjukkanlah kasih sayang. Anak amat peka terhadap sikap-sikap yang ditunjukkan orang lain padanya. Karenanya jika orangtua tenang dia akan merasa tenang. Belailah kepalanya atau berikan ciuman dan tunjukkan bahwa Anda menyayanginya.

6. Memulai dan mengakhiri aktivitas dengan doa dan sertai aktivitas dengan senandung ayat suci al-Quran. Doa adalah penenang hati, biasakan membacakan doa sehari-hari ketika memulai dan mengakhiri aktivitas. Senandungkan ayat suci al-Quran untuk mengantar tidurnya. Kebiasaan ini membuat anak tenang dengan penenang hakiki, tentunya diikuti dengan cara melantunkan dia atau ayat dengan intonasi atau cara yang disukai anak.

7. Pelihara kebersihan dan kesehatan. Kebiasaan memlihara kebersihan dan kesehatan akan menciptakan kenyamanan fisik yang amat berpengaruh pada kenyamanan batin. []

Sumber: Wanita Berpolitik Ummi No 01/Xl Mei – Juni 1999/1420 H



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline