Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ukh, mau jadi muslimah cerdas? Begini caranya

0

Banyak diantara muslimah jaman sekarang yang mengejar gelar agar mampu mendapat presikat wanita cerdas. Mengejar karir yang tiada ujungnya. Sampai lupa bagaimana fitrah sebenarnya.

Apakah salah menjadi muslimah cerdas? Lalu seperti apa sih sebenarnya muslimah yang cerdas itu?

BACA JUGA: Selalu Ngantuk Saat Kerja? Hadapi dengan 7 Cara Cerdas

Menjadi muslimah cerdas tentu hal yang sangat baik. Namun baik adanya apabila perkara yang dicarinya bukan sekedar dunia. Begitupun dengan ilmu yang dipelajarinya.

Muslimah cerdas adalah sosok wanita shalihah yang selalu rindu dengan majelis ilmu. Hatinya akan bahagia manakala ia mampu memahami petunjuk Allah dan Rasul-Nya dengan senantiasa menyibukkan hatinya, mengisi hari-harinya bersama al-kitab dan sunnah. Waktunya dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebab ia tahu bahwa kesempatan emas itu akan terulang atau tidak.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) Hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya [4/341]. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Maka alangkah baiknya, ketika masih muda diisi dengan menuntut ilmu syar’i. Sebab saat itu, posisi dimana hati belum tersibukkan dengan berbagai amanah rumah tangga, niscaya anda akan lebih mudah memahami ilmu.

Umar bin Khattab radhiallahu’anhu berkata: “Belajarlah kalian sebelum menjadi pemimpin. Karena seseorang kalau sudah menjadi pemimpin, maka akan banyak urusannya, lalu pikirannya pun banyak bercabang sehingga konsentrasinya pun buyar. Saat dia ingin mengerjakan sesuatu, tiba-tiba ada keperluan lain yang jauh lebih mendesak dari apa yang akan dia kerjakan sebelumnya, maka diapun harus mengurungkan niatnya. Oleh karena itu sungguh-sungguhlah engkau dalam belajar mumpung engkau masih punya waktu longgar, telaah, belajar, dan bahaslah serta jadikan lembaran-lembaran kitab itu sesuatu yang menjadi rutinitas pandangan matamu. Ketahuilah bahwasanya kalau engkau terbiasa dengan sungguh-sungguh dalam belajar, maka ini akan menjadi kebiasaanmu, yang mana bila suatu saat engkau merasa malas saat sedang rekreasi misalnya, maka engkau akan mengingkari dirimu sendiri dan engkau akan menemukan sesuatu yang kosong pada dirimu”. (Lihat syarah kitab Hilyah Tholibil ‘ilmi, hal. 143 oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin).

BACA JUGA: Jadi Muslimah Traveller, Ini Caranya

Tentunya untuk istiqamah dalam menuntut ilmu syar’i, kita perlu memiliki sahabat-sahabat yang shalihah. Imam Al-Hasan Al-Basri rahimahullah berkata: “Sahabat-sahabat kami di majelis ilmu lebih berharga daripada keluarga kami. Keluarga kami mengingatkan pada keduniaan sedangkan sahabat-sahabat kami mengingatkan perkara-perkara akhirat”. (Lihat kitab Min Asbabil Futur wa ‘Ilajihi, hal. 54). []

Sumber: Muslim.or.id



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline