Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ini Faktor Kecemburuan Aisyah terhadap Rasulullah SAW

0

“PADA dasarnya kecemburuan tidak dapat dihindari para wanita. Tetapi jika kecemburuan itu berlebihan maka mereka berhak dicela. Ketika kecemburuan itu terhadap seorang suami yang adil kepada istri – istrinya serta menunaikan semua hak mereka, selama masih berupa kebiasaan manusiawi yang tidak dapat dihindari istri mana pun maka kecemburuan itu masih bisa ditolerir, asalkan tidak melampaui batas hingga berucap atau berbuat yang diharamkan,” pernyataan Al – Hafizh Ibnu Hajar.

Mengingat dari zaman para Nabi, ternyata istri para Nabi memiliki kadar cemburu yang luar biasa, tidak berbeda jauh dengan wanita zaman sekarang. Kecemburuan merupakan hal yang sangat wajar, karena sifat ini adalah salah satu wujud kecintaan seseorang terhadap sesuatu.

BACA JUGA: Ini Pemicu Wanita Jadi Durhaka Setelah Menikah

Meski, cemburu tidak baik adanya jika sudah mencapai tahap berlebihan. Dalam bahasan kali ini akan lebih diperdalam tentang rasa cemburu yang pernah singgah di hati para istri Rasulullah SAW. Adapun hadits – hadits nya adalah sebagai berikut.

Al – Bukhari dalam Kitab An – Nikah bab Ghairat An – Nisa’ wa Wujdihinna, meriwayatkan hadits Aisyah RA : Rasulullah SAW bersabda padaku, “Aku tahu kapan engkau senang kepadaku dan kapan engkau marah terhadapku.” Aku bertanya, “Dari manakah engkau mengetahui itu? ” Rasulullah SAW menjawab, “ Ketika engkau senang kepadaku, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhannya Muhammad’, tetapi ketika engkau marah terhadapku, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhannya Ibrahim’.” Aku pun berkata, “Itu betul, demi Allah, wahai Rasulullah. Aku hanya ingin menghindari menyebut namamu (ketika aku marah)”

Al – Bukhari menyebutkan bahwa Aisyah RA berkata, “Aku tidak pernah mencemburui istri Rasulullah SAW yang mana pun seperti kecemburuanku terhadap Khadijah, lantaran seringnya Rasulullah SAW menyebutkan dan menyanjungnya, Rasulullah SAW telah menerima wahyu untuk menyampaikan berita gembira kepadanya tentang sebuah istana untuknya di surga yang terbuat dari kayu.”

BACA JUGA: Ciri-ciri Suami yang Tidak Pencemburu

Adapun beberapa faktor yang menyebabkan Aisyah menjadi pencemburu ialah sebab ia paling muda usianya dibanding istri Rasul yang lain. Bahkan, ketika Rasulullah SAW wafat ia baru menginjak delapan belas tahun. Maka wajar saja jika diusianya masih memiliki kecemburuan terhadap Rasulullah.

Meski demikian, Rasul pernah memberikan peringatan atau tindakan untuk menunjukan jika apa yang dilakukan Aisyah tidak selalu benar. Termasuk dalam hal kecemburuan.

Namun, Rasulullah tidak mencelanya dan tetap memujinya. Beliau bersabda, “Keutamaan Aisyah jika dibandingkan dengan semua wanita adalah seperti keutamaan tsarid dibandingkan semua makanan lainnya.”

Sumber : Tipu Daya Wanita/Yusuf Rasyad/Darul Kitab Al – Arabi/Jakarta/2009.



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline