Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

MasyaAllah, Masjid Pertama di Jepang Ini Tetap Kokoh Saat Diguncang Berkali-kali

0

Kobe adalah ibu kota Prefektur Hyōgo yang juga merupakan kota keenam terbesar di Jepang. Kobe terletak di sisi selatan pulau utama Honshu, di pantai utara Teluk Osaka dan sekitar 30 km (19 mil) barat Osaka. Dengan populasi sekitar 1,5 juta, kota ini merupakan bagian dari wilayah metropolitan Keihanshin bersama Osaka dan Kyoto.

Masjid Kobe, juga dikenal sebagai Masjid Muslim Kobe, Masjid ini didirikan pada bulan Oktober 1935 di Kobe. Masjid ini merupakan masjid pertama di Jepang. Pembangunannya didanai oleh sumbangan yang dikumpulkan oleh Komite Islam Kobe dari tahun 1928 sampai dibuka pada tahun 1935.

Masjid tersebut disita oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada tahun 1943. Namun, masjid tersebut terus berfungsi sebagai masjid hingga hari ini, yang terletak di distrik asing Kitano-cho di Kobe.

Selama Perang Dunia Kedua, Kobe di bumi ratakan. Namun, yang mengejutkan adalah masjid tersebut tetap berdiri tegak di antara bangunan lainnya yang hancur. Hanya ada sedikit kerusakan di dinding luar masjid dan jendelanya kaca pecah.

Selama perang Masjid tersebut dikenal sebagai tempat berlindung. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa tentara yang berlindung di ruang bawah tanah masjid adalah orang-orang yang selamat dari peristiwa pemboman. Hingga kemudian masjid tersebut dijadikan tempat berlindung bagi para korban perang.

Selama gempa besar Hanshin pada tahun 1995, yang merupakan salah satu gempa terburuk di Jepang, Kobe kembali hancur. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan besar pada Kobe, namun masjid Kobe masih berdiri kokoh dan tegak. Masjid ini dibangun dengan gaya tradisional India oleh arsitek Ceko Jan Josef Švagr (1885-1969), yang bekerja terutama di Jepang, arsitek sejumlah bangunan keagamaan Barat di seluruh Jepang.

diterjemahkan dari : http://www.islaminjapanmedia.org

 

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

You might also like
Comments
Loading...

Maaf Ukhti Antum Offline